TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia tembus 1.012.350 pasien.
Angka tersebut bertambah setelah ada 13.094 kasus baru pada Selasa (26/1/2021).
Sebelumnya, pada Senin (25/1/2021), total pasien positif Covid-19 sebanyak 999.256 orang.
Diberitakan Tribunnews, jumlah pasien yang sembuh pada hari ini menjadi 820.356 pasien di seluruh Indonesia.
Total ada 28.468 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga Selasa hari ini.
Sementara jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam sebanyak 336 orang.
Rumah Sakit Mulai Kolaps
Baca: Daftar Vitamin yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Covid-19
Baca: 3 Pemuda Tabrak Ambulans Pengangkut Jenazah Covid-19 yang Dikawal Polisi, Diduga Sedang Mabuk
Inisiator LaporCovid-19, Irma Hidayana menyoroti sejumlah rumah sakit di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang mulai kolaps.
Akibatnya, ia banyak mendapat laporan kasus pasien yang ditolak rumah sakit karena penuh.
Bahkan, sejak akhir Desember 2020 hingga 21 Januari 2021, pihaknya telah menerima 34 laporan.
"Hingga 21 Januari ya kalau tidak salah kami menerima 34 laporan tentang kasus pasien yang ditolak rumah sakit karena penuh."
"Kami juga sudah dibantu Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam mencari rumah sakit," kata Irma dalam Konferensi Pers Daring, Senin (25/1/2021), dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya juga sudah meminta bantuan kepada tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencarikan solusi.
Namun, empat kali meminta bantuan kepada tim Kemenkes, LaporCovid-19 mengaku tak kunjung berhasil.
Baca: Asosiasi RS Swasta: Jika Klaim Perawatan Covid-19 Tak Kunjung Cair, Rumah Sakit Terengah-engah
Baca: Pemerintah Tak Kunjung Bayar Klaim Perawatan Pasien Covid-19, Padahal RS Sudah Penuh
Untuk itu, ia meminta agar pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 segera mencarikan solusi agar kapasitas kamar di rumah sakit kembali normal.
"Kita perlu fokus membenahi ini. Kita sedang hadapi rumah sakit yang mulai kolaps," ujarnya.
Irma menceritakan, sejak awal Desember 2020 rumah sakit di sekitar Jabodetabek dan berbagai daerah lain di Pulau Jawa mulai kesulitan menampung pasien.
Hal itu membuat terjadinya antrean pasien untuk mendapatkan perawatan hingga bisa meningkatkan risiko kematian.
"Tanda-tanda kolapsnya rumah sakit ini semakin bertambah memasuki Januari 2021."
"Apalagi sepanjang Desember 2020 mobilitas penduduk cenderung meningkat dengan adanya pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak dan libur Natal Tahun Baru," tuturnya.