Donald Trump Bakal Tetap Jadi Figur Kuat di Republik, Diisukan Bakal Balas Dendam ke 10 Orang Ini

Presiden ke 45 AS Donald Trump tetap bakal jadi figur kuat meski dimakzulkan, bahkan diisukan akan balas dendam ke 10 orang ini


zoom-inlihat foto
lagi-trump-002.jpg
Erin Schaff - Pool / Getty Images / AFP
Presiden Donald Trump tetap meyakini telah terjadi kecurangan dalam Pilpres AS 2020 yang merugikan kubunya.


TRIBUNNNEWSWIKI.COM - Donald Trump diprediksi bakal tetap menjadi figur kuat di Republik.

Hal ini diperkirakan terjadi meski dirinya harus melepaskan gelar Presiden AS pada 20 Januari 2021 mendatang.

Bahkan diisukan, suami Melania Trump ini juga bakal melakukan balas dendam pada 10 tokoh Republikan.

Sebagai informasi, kelanjutan pemakzulan Trump kedua atas dakwaan menghasut massa pendukungnya dalam penyerbuan Capitol Hill, Rabu (6/1/2021).

Pemakzulan Trump kedua tersebut juga belum diketahui dan apakah bisa dimulai bulan ini.

Dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (15/1/2021), Ketua DPR Nancy Pelosi  masih bungkam apakah dia akan mengirimkan resolusi pemakzulan ke Senat segera.

Foto file ini yang diambil pada 19 Desember 2019 memperlihatkan Presiden AS Donald Trump pergi setelah berbicara di KTT tentang transformasi perawatan kesehatan mental untuk memerangi tunawisma, kekerasan, dan penyalahgunaan zat di Gedung Putih di Washington, DC. Diungkap oleh para penasihatnya, minggu lalu, Trump memikirkan akan menyerang Iran dengan serangan rudal ke fasilitas nuklir Iran, namun rencana itu berhasil dicegah oleh para penasihatnya karena bisa memicu perang.
Foto file ini yang diambil pada 19 Desember 2019 memperlihatkan Presiden AS Donald Trump pergi setelah berbicara di KTT tentang transformasi perawatan kesehatan mental untuk memerangi tunawisma, kekerasan, dan penyalahgunaan zat di Gedung Putih di Washington, DC. Diungkap oleh para penasihatnya, minggu lalu, Trump memikirkan akan menyerang Iran dengan serangan rudal ke fasilitas nuklir Iran, namun rencana itu berhasil dicegah oleh para penasihatnya karena bisa memicu perang. (Brendan Smialowski / AFP)

Atau justru menunggu berbulan-bulan supaya tidak mengganggu agenda legislatif Biden.

Hingga saat ini, Trump masih belum memilih pengacara untuk mewakilinya di persidangan Senat.

Karena tujuan pemakzulan adalah pencopotan jabatan ini, beredar teori hukum bahwa sebagai mantan presiden maka Trump tidak bisa diadili.

Rencana balas dendam

Presiden ke-45 AS diisukan bakal rencanakan balas dendam pada 10 anggota DPR Partai Republik yang memakzulkannya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemakzulan Trump kedua kalinya ini  atas dakwaan menghasut massa pendukungnya dalam penyerbuan Capitol Hill, Rabu (6/1/2021).

Baca: Termasuk Soal Orang Muslim, Presiden Baru AS Joe Biden Siap Ubah Kebijakan Aneh di Era Donald Trump

Baca: Pendukung Belum Rela Trump Lengser, FBI Takut Pendemo Bersenjata Serbu DPR saat Pelantikan Biden

Trump memanggil para ajudannya dan menanyakan tentang latar belakang 10 orang dari Republik yang memakzulkannya.

Informasi ini seperti yang dikutip berdasarkan laporan dari Wall Street Journal yang dilansir New York Post pada Jumat (15/1/2021) .

Trump juga disebut ingin tahu siapa yang akan maju melawan mereka di pemilihan ulang dua tahun lagi.

"Trump ingin tahu siapa mereka dan apakah dia pernah berbuat sesuatu ke mereka," tulis Wall Street Journal.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, 10 orang Republikan tersebut bergabung dengan Demokrat untuk bersama memakzulkan Trump.

Yakni dengan tuduhan perilaku menghasut pemberontakan yang mengakibatkan terhambatnya sertifikasi kemenangan Biden.

Nama yang disebut adalah Liz Cheney dari Wyoming yang sering bergesekan Trump terkait kebijakan luar negeri.

Diketahui, sesaat sebelum kerusuhan Gedung Capitol pecah, Trump sempat menyuarakan agar Cheney dicopot.

Baca: Trump Diambang Kehancuran: Keluarga, Kawan, Partai, Bank, Pendukung, Ramai-ramai Meninggalkannya





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved