Bantuan Covid Diambil Lagi Diduga untuk Pembangunan Masjid, DPRD Cianjur Panggil Kepala Desa

Sempat viral BLT bagi warga Kadupandak Cianjur diambil lagi, kepala desa bantah paksa warganya beri uang untuk membangun masjid.


zoom-inlihat foto
rapat-blt-yang-diambil-lagi.jpg
Tribunjabar/ferri amiril mukminin
Rapat bersama DPRD Cianjur soal video viral bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga Kampung Sindangkerta, Desa Sukasari, Kecamatan Kadupandak, yang diambil lagi untuk biaya bangun masjid.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19 yang dibagikan untuk warga diambil kembali.

Pengambilan dana bantuan tersebut pun terekam seorang warga dan menjadi viral di media sosial.

Pasalnya warga yang seharusnya menerima bantuan, dimintai uang kembali oleh pemerintah.

Kejadian tersebut diketahui terjadi di Kampung Sindangkerta, Desa Sukasari, Kecamatan Kadupandak, pada akhir Desember 2020.

Viralnya video tersebut membuat Komisi A DPRD Cianjur turun tangan.

DPRD kemudian memanggil beberapa pihak terkait yang memiliki wewenang dalam pembagian BLT.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang badan anggaran kantor DPRD Kabupaten Cianjur.

Pihak yang diundang dalam rapat tersebut yakni penerima BLT, kepala desa, camat, kepala dinas, dan warga pembuat video.

Baca: Deretan Janji Risma sebagai Mensos, dari Bantuan Sosial hingga Pendidikan Layak

Baca: Bosan Suara Tak Digubris, Warga Satu Desa Pilih Golput Karena Tak Dapat Bantuan Desa Selama 12 Tahun

Pemanggilan juga untuk mengklarifikasi kejelasan dari pelapor mengenai adanya pemotongan yang kabarnya dilakukan untuk menebus aspirasi dewan.

Ketua Komisi A DPRD Cianjur Muhamad Isnaeni mengatakan, dari hasil pertemuan pihaknya tak menemukan adanya unsur campur tangan kepala desa yang kabarnya mengkondisikan yang bantuan untuk diambil lagi.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved