Beli 50 Juta Dosis Vaksin Corona dari China, Turki Rencanakan Program Vaksinasi Desember Ini

Koca menyatakan bahwa izin penggunaan vaksin akan diberikan setelah laboratorium Turki mengonfirmasi keamanan vaksin.


zoom-inlihat foto
bendera-turki-berkibar-di-istanbul-56.jpg
Unsplash - Tarik Haiga @tar1k
Fahrettin Koca, Menteri Kesehatan Turki sebelumnya telah mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan biofarmasi dari China, yaitu Sinovac untuk membeli 50 juta dosis CoronaVac., FOTO: Bendera Turki berkibar di Istanbul


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Melalui Menteri Kesehatan, Turki mengumumkan rencana program vaksinasi pada Desember ini untuk menahan lonjakan infeksi dan kematian akibat Covid-19.

Fahrettin Koca, Menteri Kesehatan Turki, sebelumnya telah mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan biofarmasi dari China, yaitu Sinovac untuk membeli 50 juta dosis CoronaVac.

Pengiriman pertama akan tiba setelah 11 Desember.

Koca menyatakan bahwa izin penggunaan vaksin akan diberikan setelah laboratorium Turki mengonfirmasi keamanan vaksin.

"Jika perkembangan terus berlanjut secara positif seperti yang diharapkan, Turki akan menjadi salah satu negara pertama di dunia yang memulai vaksinasi fase awal," kata Koca, dikutip dari Associated Press, Kamis (3/12/2020).

Baca: Berencana Lakukan Diet? Tunggu! Jangan Lakukan 5 Tips yang Dinilai Menyesatkan Ini

FOTO: Warga terlihat berada di jalanan Istanbul, Turki sebelum pandemi
FOTO: Warga terlihat berada di jalanan Istanbul, Turki sebelum pandemi (Unsplash - David Monje @davidmonje)

Lonjakan Kasus Covid-19 di Turki

Seperti diketahui, angka kematian akibat virus corona di Turki dilaporkan terus meningkat.

Sebuah rekor baru, 185 orang meninggal dunia dalam 24 jam.

Laporan Departemen Kesehatan setempat juga menyebut ada 29.281 orang yang terjangkit virus corona dalam sehari, Minggu (29/11/2020).

Mengantisipasi lonjakan kasus, pemerintah Turki masih memberlakukan kebijakan jam malam selama akhir pekan.

Sebelumnya, lonjakan tajam angka virus corona di Turki terjadi sejak Rabu (26/11/2020).

Baca: Angka Infeksi Menurun, Otoritas Yunani Umumkan 1.193 Kasus Baru Virus Corona

FOTO: Bendera Turki berkibar di Istanbul
FOTO: Bendera Turki berkibar di Istanbul (Unsplash - Tarik Haiga @tar1k)

Tercatat 28.352 orang positif corona dalam sehari berdasarkan laporan Menteri Kesehatan Fahrettin Koca.

Menurutnya, data tersebut mewakili "semua orang yang hasil tes PCR-nya positif apakah mereka menunjukkan gejala atau tidak."

Koca juga mengumumkan 168 orang meninggal akibat corona dalam 24 jam.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan vaksin yang dikembangkan Turki untuk melawan COVID-19 dapat siap digunakan pada bulan April.

Baca: Longgarkan Pembatasan Bisnis, PM Pakistan: Pemerintah Tak Mau Orang Mati Kelaparan saat Pandemi

Vaksin ERUCOV-VAC, sedang dikembangkan oleh Universitas Erciyes, di provinsi Kayseri, Turki tengah, dan saat ini sedang menjalani pengujian tahap pertama.

Presiden Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, pada 28 Oktober 2020.
Presiden Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Recep Tayyip Erdogan berpidato pada pertemuan kelompok partainya di Majelis Besar Nasional Turki di Ankara, pada 28 Oktober 2020. (Adem ALTAN / AFP)

Baca: Punya Dampak Buruk Bagi Kesehatan, Inilah 5 Sisi Positif Merokok yang Jarang Diketahui

Kabar Corona di Tetangga Turki

Tak hanya Turki, kabar virus corona juga dilaporkan di negara Yunani.

Otoritas Yunani mengumumkan ada 1.193 kasus virus corona baru, Minggu (29/11/2020).

Adapun 98 kematian akibat virus corona ikut dikonfirmasi dalam sehari terakhir.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved