TRIBUNNEWSWIKI.COM - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) mengimbau agar masyarakat tak ada lagi yang nekat melakukan misi pendakian ke Gunung Merapi.
Pasalnya hal itu sangat membahayakan, terlebih dengan kondisi gunung yang masih siaga.
Aksi nekat mendaki Gunung Merapi juga membahayakan keselamatan karena aktivitas Gunung Merapi tersebut masih terus mengalami peningkatan.
Kasi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, metode dan alat yang dimiliki sudah cukup memadai untuk memantau aktivitas Gunung Merapi.
"Sehingga tidak diperlukan misi ke puncak yang itu sangat berbahaya," ujar Kasi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso dalam siaran informasi Merapi yang disiarian melalui YouTube BPPTKG, Sabtu (28/11/2020).
Agus Budi menyampaikan, beberapa hari lalu ada orang yang mendaki Gunung Merapi.
Bahkan, orang tersebut sampai ke puncak Gunung Merapi.
"Kejadian kemarin ada teman kita yang mendaki ke puncak, itu tidak bisa dibenarkan karena dapat membahayakan diri sendiri," tegas dia.
Baca: Waspada Erupsi Gunung Merapi, BNPB Minta Daerah Siagakan Pengungsian Sesuai Protokol Kesehatan
Baca: Erupsi Merapi Semakin Dekat, BPPTKG Sebut Letusan Tak Akan Sebesar 2010, Ini Penjelasannya
Dari data-data yang ada, lanjut dia, kondisi dinding kawah Gunung Merapi saat ini dalam kondisi tidak stabil.
Beberapa waktu lalu tepatnya 22 November 2020 bahkan terjadi guguran dinding kawah sisa erupsi tahun 1954.
Volumenya yang besar, telah merubah morfologi puncak.
"Kita bisa bayangkan jika kita berada di situ maka itu kondisi yang sangat berbahaya. Kami sangat tidak menyarankan ada misi apapun meskipun itu alasan mitigasi ke puncak Gunung Merapi," ujar dia.
Viral di media sosial
Sebelumnya pemilik akun instagram @laharbara, Bakat Setiawan mengunggah sebuah video saat berada di Puncak Gunung Merapi.
Video itu memperlihatkan kondisi kawah puncak Gunung Merapi secara jelas.
Kawah Gunung Merapi yang berstatus Siaga (level III) terlihat mengeluarkan asap putih.
Akun tersebut mengunggah video berdurasi 2 menit pada Jumat (27/11/2020).
Hingga Sabtu (28/11/2020), video itu telah ditonton lebih dari 20.234 kali dan mendapatkan lebih dari 100 komentar.
Bakat Setiawan, pemilik akun Instagram @laharbara mengatakan, sengaja mengambil video kondisi kawah Gunung Merapi dengan tujuan untuk memberikan gambaran visual kepada masyarakat lereng Merapi.
"Sengaja, Mas. Untuk memberikan gambaran visual kepada masyarakat lereng Merapi. Bahwa bahaya Merapi itu nyata adanya, agar mereka selalu siap dan waspada," kata Bakat, dalam pesan WhatsApp yang dikutip dari Kompas.com, Sabtu.
Baca: Erupsi Merapi Semakin Dekat, BPPTKG Sebut Letusan Tak Akan Sebesar 2010, Ini Penjelasannya
Baca: Gunung Merapi Meletus Pada Sabtu Malam, Ahli: Akan Sering Terjadi Letusan, Namun Tidak Berbahaya