Profesor Hubungan Internasional Universitas Ankara: Presiden Erdogan Hanya Cari Perhatian

Menurut Uzgel, perhatian utama Erdogan adalah untuk mempertahankan dukungan di antara para pemilihnya.


zoom-inlihat foto
presiden-turki-recep-tayyip-erdogan.jpg
Adem ALTAN / AFP
Menurut Uzgel, perhatian utama Erdogan adalah untuk mempertahankan dukungan di antara para pemilihnya, FOTO: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang Profesor Hubungan Internasional Universitas Ankara menilai sikap perselisihan Erdogan dengan Uni Eropa -khususnya Prancis- belakangan ini hanyalah untuk mencari dukungan semata.

Setidaknya itu yang disampaikan Ilhan Uzgel, peneliti Universitas Ankara Turki.

Menurut Uzgel, perhatian utama Erdogan adalah untuk mempertahankan dukungan di antara para pemilihnya.

Dalam hal ini, Erdogan dinilai mencari perhatian dan dukungan orang-orang sekitarnya.

"Erdogan tidak dapat membuat kebijakan yang dapat menyelamatkan ekonomi Turki (di tengah pandemi). Tidak ada yang terkejut saat dirinya menyerukan boikot produk Prancis. Dia (Erdogan) tidak peduli sama sekali meski dipandang 'agresif', baginya saat ini yang terpenting adalah mengamankan dukungannya di antara para pemilih," kata Uzgel, dilansir Deutsche Welle, Rabu (28/10/2020).

Komentar Pakar Ekonomi Turki

Sementara itu, seorang pakar ekonomi dari Turki mengatakan bahwa bukan hal yang mengherankan Presiden Tayyip Recep Erdogan meningkatkan ketegangan dengan 'barat' dalam hal ini negara-negara Eropa, khususnya Prancis belakangan ini.

Baca: Adegan Pembunuhan Terlalu Realistis, Sutradara Film Kanibal di Italia Dibawa ke Pengadilan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut Turki tidak akan tampung gelombang imigran baru
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (abc.com.au)

Baca: Majalah Prancis Tampilkan Karikatur Menjijikkan Erdogan, Turki Murka: Mereka Tak Punya Kesusilaan

Menurut Ugur Gurses, salah satu alasan Erdogan membuat masalah dengan Eropa adalah karena gagal mengatasi masalah ekonomi Turki di tengah pandemi Covid-19.

"Jajak pendapat menunjukkan ada penurunan dukungan secara signifikan dari partai yang berkuasa dan sekutunya", kata Gurses.

Gurses menyebut Erdogan butuh cara agar suaranya meningkat.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved