Banyak Demonstran yang Hasil Tesnya Reaktif, Kasus Covid-19 Diprediksi Meningkat

Wiku Adisasmito mengatakan kasus Covid-19 diperkirakan meningkat pada dua hingga tiga pekan mendatang


zoom-inlihat foto
demo-uu-cipta-kerja-di-lampung-23456.jpg
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ribuan massa yang berasal dari gabungan mahasiswa dan buruh melakukan longmarch menuju gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10/2020). Ribuan massa aksi tersebut terlihat memadati Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung, sehingga membuat ruas jalan nasional tersebut lumpuh seketika.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ada lebih dari seratus demonstran penolak RUU Cipta Kerja yang hasil tesnya reaktif.

Oleh karena itu, kasus Covid-19 baru diperkirakan meningkat pada dua hingga tiga pekan mendatang.

Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (13/10/2020).

"Ini adalah cerminan puncak gunung es dari hasil pemeriksaan yang merupakan contoh kecil saja bahwa virus ini dapat menyebar dengan cepat dan luas," kata Wiku.

Peluang penularan Covid-19 dari demonstran yang hasil tesnya reaktif, kata Wiku, kemudian menjadi positif Covid-19 sangat mungkin terjadi.

Sebelumnya, Wiku juga mengatakan adanya data potensi penularan virus corona dari klaster demonstrasi.

Baca: 12 Remaja Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Reaktif Covid-19 Setelah Rapid Test

Massa berusaha mundur saat polisi menembakan gas air mata dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020). Para demonstran menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR RI. Dalam aksinya, mereka sempat berusaha masuk Gedung DPRD Jabar dengan mendobrak pintu gerbang, tetapi usahanya gagal.
Massa berusaha mundur saat polisi menembakan gas air mata dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020). Para demonstran menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan oleh DPR RI. Dalam aksinya, mereka sempat berusaha masuk Gedung DPRD Jabar dengan mendobrak pintu gerbang, tetapi usahanya gagal. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Hal itu berdasarkan laporan dari hasil pemeriksaan terhadap para demonstran di berbagai daerah.

Para demonstran tersebut diketahui mengikuti rangkaian aksi demonstrasi menolak pengesahan UU Cipta Kerja pada pekan lalu.

"Terkait antisipasi penularan Covid-19 dari aksi unjuk rasa, yakni dari massa yang diamankan oleh TNI dan kepolisian yang mengawal jalannya aksi di beberapa provinsi, " ujar Wiku.

"Kondisinya sangat memprihatinkan," lanjutnya.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved