12 Remaja Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Reaktif Covid-19 Setelah Rapid Test

Polda Metro Jaya melakukan rapid test kepada 200 remaja yang tertangkap saat aksi unjuk rasa, 12 di antaranya reaktif Covid-19.


zoom-inlihat foto
massa-yang-terdiri-dari-mahasiswa-cipta-kerja.jpg
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Suasana aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, 12 remaja reaktif Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja menimbulkan kontroversi.

Sejumlah buruh hingga mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Jakarta pada Rabu (7/10/2020).

Aksi ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Alhasil, Polda Metro Jaya pun akhirnya melakukan rapid test terhadap 200 orang remaja yang berhasil ditangkap saat aksi unjuk rasa.

Pemeriksaan rapid test berlangsung di Polres Jakarta Barat.

Terdapat 200 orang yang sempat ditangkap polisi, namun hanya 90 orang yang diketahui baru melakukan rapid test.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Yusri Yunus menyampaikan ada 12 orang yang diklaim terindikasi reaktif Covid-19.

Mereka pun dibawa ke Polda Metro Jaya untuk melakukan test swab.

"Dari 90 orang ini ada sekitar 12 orang yang terindikasi reaktif Covid-19. Sesuai dengan protokol kesehatan 12 orang ini dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan test swab," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/10/2020), dikutip dari Tribunnews.com.

Baca: Istana Minta Buruh Gunakan Jalur Konstitusional jika Ingin Protes Pengesahan UU Cipta Kerja

Baca: 39 Pelajar Diamankan Polisi, Diduga Akan Ikut Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja di Depan Gedung DPR





Halaman
123
Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Larangan Mudik Lebaran Berlaku 6-17

    "Sebagai contoh misalnya travel gelap itu kan ada
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved