"Kita kerja beginian ya harus tampil cantik. Mau enggak mau saya tiap Minggu ke klinik kecantikan minimal biar tambah menarik," bebernya.
Ia mengaku biaya yang digunakan untuk perawatan pada klinik kecantikan tidak lah murah.
Pasalnya dalam setiap mengunjungi klinik kecantikan dirinya harus merogoh kocek Rp. 3 - 5 juta.
"Sisa dari ke klinik sama buat beli obat mama saya pakai buat kebutuhan makan dan sehari - hari. Kalau ada lebihan saya ngajak mama buat sekadar jalan - jalan," papar Dinda
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar/Kaka, TRIBUNJAKARTA)
Artikel ini telah tayang di TRIBUNJAKARTA dengan judul Panti Pijat Plus-plus Nekat Buka saat PSBB, Pemkot Jakut akan Beri Sanksi Denda Maksimal
KOMENTAR