Panti Pijat Plus-plus Digerebek Aparat saat Masa PSBB, Supervisor dan Kasir Ikut Diamankan

Sebuah panti pijat plus-plus digerebek aparat saat PSBB ketat, amankan 21 orang yang ada dalam panti pijat tersebut


zoom-inlihat foto
tribun-bali-ilustras-psk.jpg
TRIBUN BALI
Ilustrasi PSK


Ali Maulana Hakim, selaku Wakil Wali Kota Jakarta Utara menerangkan, pemilk panti pijat tersebut sedang di proses oleh pihaknya untuk membayar denda atas kenekatannya Selasa (22/9/2020).

"Khusus pemilik usaha ini juga melanggar ketentuan Pergub, baik Pergub 33 maupun 79, akan kita proses untuk dikenakan denda maksimal," terang Ali.

Ali juga menambahakan, tempat hiburan ditegaskan belum boleh buka seiring adanya penerapan kembali PSBB ketat di wilayah DKI Jakarta.

Baca: Pejabat Korut Bayar Mahasiswa Rp 7,4 Juta Per Bulan untuk Jadi PSK, Kim Jong Un: Eksekusi!

Oleh sebab itulah, bagi tempat yang nekat beroperasi meski ada larangan bisa membuat peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi tempat-tempat usaha lain.

"Ini juga sebagai shock therapy dan peringatan bagi usaha-usaha lain yang memang dilarang," ungkap Ali Maulana.

Ali juga mengatakan, usaha pijat plus-plus memang belum diizinkan dibuka sejak awal PSBB diberlakukan.

"Khusus usaha ini (panti pijat), sejak awal PSBB memang belum diizinkan dibuka. Memang ada surat edaran Kadis Pariwisata untuk khusus untuk pariwisata yang memang diperbolehkan sebelumnya, tapi kegiatan ini memang dari awal tidak diperbolehkan untuk dibuka," kata Ali lagi.

TERPISAH, Petugas Satpol PP Ungkap Praktik Prostitusi di Tangerang, PSK Mengaku Bisa Layani 8 Tamu per Hari

Polisi dan satuan polisi pamong praja, berhasil mengungkap praktek bisnis prostitusi yang melibatkan perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Atas pengungkapan praktik prostitusi di Kota Tangerang, terungkap juga pengakuan para pelaku atau PSK yang tertangkap.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved