Relawan Vaksin Terkena Covid-19, Ketua Tim Riset Uji Klinis: Positifnya Bukan karena Vaksin

Kendati sudah terkena Covid-19, relawan tersebut akan kembali disuntik vaksin


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penyuntikan-vaksin-covid-19-1.jpg
Pixabay - huntlh / 30 foto
Ilustrasi penyuntikan vaksin Covid-19. Seorang relawan uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac terinfeksi virus corona.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Satu relawan uji klinis vaksin Covid-19 asal Bandung terinfeksi virus corona.

Sebelum dinyatakan positif terjangkit Covid-19, dia sudah suntikan vaksin buatan Sinovac dan kemudian pergi ke Semarang.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Tahap 3 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Kusnandi Rusmil.

Dilansir dari Tribun Jabar, relawan tersebut dinyatakan positif terkena Covid-19 setelah menjalani tes swab.

Kendati sudah terkena Covid-19, Kusnandi mengatakan relawan tersebut akan kembali disuntik vaksin.

"Jadi dia sudah disuntik pertama kali (tidak diketahui apakah vaksin atau placebo), kemudian pergi (ke Semarang), pas pulang dicek lagi swab-nya positif," ujar Kusnandi, dalam keterangannya, Kamis (10/9/2020), dikutip dari Tribun Jabar.

Baca: Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Dihentikan, Sukarelawan Mengaku Tak Khawatir

Heather Lieberman (kiri) menerima vaksinasi Covid-19 dari Yaquelin De La Cruz di Research Centers of America di Hollywood, Florida, Amerika Serikat, pada 13 Agustus 2020.
Heather Lieberman (kiri) menerima vaksinasi Covid-19 dari Yaquelin De La Cruz di Research Centers of America di Hollywood, Florida, Amerika Serikat, pada 13 Agustus 2020. (CHANDAN KHANNA / AFP)

Dikutip dari Kompas, Kusnandi mengatakan pada kunjungan suntikan kedua, relawan secara klinis dinyatakan sehat dan diberikan suntikan kedua.

Kemudian, esok harinya, relawan menjalani program tes swab lantaran sempat bepergian ke luar kota.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Ternyata hasilnya, relawan itu positif terpapar Covid-19. Kini relawan itu menjalani isolasi mandiri dan dipantau secara ketat.

Kusnandi mengatakan relawan itu terkena Covid-19 bukan karena disuntik vaksin buatan Sinovac.

Hal ini karena, kata dia, virus yang disuntikkan kepada relawan sudah dimatikan.

Baca: Kian Sengit, Kamala Haris Pojokkan Donald Trump Soal Vaksin: Saya Tidak Akan Percaya Dia

Kusnandi tidak menyebutkan identitas relawan yang terinfeksi tersebut.

"Positifnya bukan (dari vaksin). Kalau vaksin kan yang disuntikkan virus yang mati. Dia jalan-jalan ke Semarang," katanya.

Tenaga medis (kanan) mengambil sampel darah Profesor Francois Venter (kiri) sebelum pria itu menerima vaksin Covid-19 eksperimental di  Unit Penelitian Patogen Meningeal dan Pernapasan (RMPRU) di RS Chris Hani Baragwanath Hospital, Soweto, Afrika Selatan, Selasa (14/7/2020).
Tenaga medis (kanan) mengambil sampel darah Profesor Francois Venter (kiri) sebelum pria itu menerima vaksin Covid-19 eksperimental di Unit Penelitian Patogen Meningeal dan Pernapasan (RMPRU) di RS Chris Hani Baragwanath Hospital, Soweto, Afrika Selatan, Selasa (14/7/2020). (LUCA SOLA / AFP)

Sebenarnya, kata dia, yang tidak boleh menjadi relawan adalah mereka yang pernah terpapar Covid-19.

Namun, jika sudah mendapat suntikan vaksin dan positif Covid-19, langkah selanjutnya adalah melakukan penyuntikan ulang.

"Kalau di masyarakat memang kalau positif pertama kali itu gak boleh ikut, tapi pemantauan itu kalau dia positif dari mana-mana kita ulang (penyuntikan) dan kita pantau," ucapnya.

Kusnandi mengimbau agar para relawan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah disuntik vaksin.

Berdasarkan ketentuan, kata dia, relawan tak boleh keluar kota dan menjaga kondisi tubuh dan imunitas.

Baca: Vaksin Covid-19 Mulai Didistribusikan di Amerika Serikat pada 1 November 2020, Dikonfirmasi CDC

"Relawan tetap mesti physical distancing dan cuci tangan dan pakai masker," katanya.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved