Dua kelompok dalam uji klinis
Kusnandi mengatakan ada dua kelompok dalam uji klinis. Kelompok tersebut adalah yang mendapat plasebo dan vaksin.
Dengan prinsip observer blind atau tersamar, tidak diketahui mana yang mendapat plasebo maupun mana yang menapat vaksin.
Bagi relawan yang mendapat vaksin, kekebalan diharapkan muncul paling cepat dua minggu pascasuntikan kedua.
Baca: Erick Thohir Sebut 1,5 Juta Tenaga Medis Akan Diprioritaskan Mendapat Suntikan Vaksin Covid-19
Mereka pun masih terus dipantau kesehatannya sampai 6 bulan setelah mendapat uji vaksin. Sesuai ketentuan, relawan diminta tak bepergian ke luar kota.
"Karenanya, semua relawan diimbau wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah,” ucap dia.
Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Dihentikan karena Ada Relawan Sakit
Para sukarelawan di Afrika Selatan yang berpartisipasi dalam uji coba vaksin Covid-19 eksperimental buatan AstraZeneca mengaku tidak khawatir dengan penghentian proses uji coba untuk sementara.
Uji coba vaksin Covid-19 dihentikan pada Selasa, (8/9/2020), karena seorang sukarelawan jatuh sakit.
Selain itu, para sukarelawan berharap dapat menjadi bagian dari solusi yang memungkinkan atas pandemi ini.
Vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford ini dikatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai kandidat terdepan dan paling maju dalam hal perkembangan.
Sekitar 2.000 sukarelawan di Afrika Selatan ikut ambil bagian dalam uji coba.
Namun, uji coba dihentikan sementara dan komite independen akan mengulas data keamanan.
Khensani Nkuna, perempuan berumur 27 tahun, mengikuti uji coba pada Juli lalu.
Baca: Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Dihentikan, Sukarelawan Mengaku Tak Khawatir
Dia mengatakan dirinya tidak diberi tahu secara personal mengenai penangguhan uji coba.
Namun, Kehsanni mengatakan "sakit yang tak terjelaskan" yang dialami seorang sukarelawan tersebut tidak membuatnya cemas karena dia tidak merasakan gejala.
"Saya tidak tahu apa yang menyebabkan sakit tersebut," kata dia.
Para peserta juga mengatakan hal yang kurang lebih sama.
"Hal itu tidak membuat saya takut, khususnya karena saya sendiri belum pernah mengalami dampak negatif apa pun," kata Robyn Porteus, 32, salah satu peserta.
"Saya sepenuhnya memahami dan menghormati perlunya kewaspadaan tinggi dan proses ketat berikutnya ... jadi saya mengapresiasi kejujuran uji coba Oxord mengenai masalah tersebut."