Kian Sengit, Kamala Haris Pojokkan Donald Trump Soal Vaksin: 'Saya Tidak Akan Percaya Dia'

Kamala Harris mengkritik kebijakan Presiden Donald Trump agar vaksin virus corona siap didistribusikan sebelum Pesta Pemilu.


zoom-inlihat foto
kamala-harris-1.jpg
harris.senate.gov
Kamala Harris adalah seorang pengacara dan politikus Amerika yang menjabat sebagai senator junior Amerika Serikat dari California sejak 2017.(harris.senate.gov)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kamala Harris mengkritik kebijakan Presiden Donald Trump agar vaksin virus corona siap didistribusikan sebelum Pesta Pemilu.

Hal menggambarkan Presiden Trump bersedia menggunakan kekuasaannya untuk keuntungan politik.

"Saya tidak akan mempercayai Donald Trump dan itu harus menjadi sumber informasi yang kredibel yang berbicara tentang kemanjuran dan keandalan dari apa pun yang dia bicarakan. Saya tidak akan mempercayai kata-katanya," ujar Kamala Harris, dalam sebuah wawancara dengan CNN, Minggu (6/9/2020).

Dilansir Tribunnewswiki dari NBC News, Kamala Haris juga menyatakan keraguannya bahwa para ahli kesehatan akan mengambil keputusan akhir tentang keamanan dan kemanjuran vaksin.

Baca: Donald Trump: AS Siap Membantu Menyelesaikan Konflik Antara India dan China

Baca: Heboh, Donald Trump Dorong Pendukung untuk Coblos Dirinya Dua Kali pada Pilpres AS November Nanti

"Mereka akan diberangus, mereka akan diberangus, mereka akan dikesampingkan karena dia sedang melihat pemilihan yang akan datang dalam waktu kurang dari 60 hari ," ujar Kamala.

"Dia berusaha untuk mendapatkan apa pun yang dia bisa untuk berpura-pura menjadi pemimpin dalam masalah ini ketika dia tidak, " imbuh calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden itu.

Kamala Harris adalah Senator AS dari California. Pada 11 Agustus, calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengumumkan bahwa Harris akan menjadi cawapres. (harris.senate.gov)
Kamala Harris adalah Senator AS dari California. Pada 11 Agustus, calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengumumkan bahwa Harris akan menjadi cawapres. (harris.senate.gov) (harris.senate.gov)

Trump, yang terus membuntuti Biden dalam jajak pendapat ketika dirinya beursaha terpilih kembali kala terjadi pandemi global.

Trump telah dituduh menekan pejabat kesehatan untuk mempercepat jadwal vaksin virus corona agar siap untuk digunakan publik sebelum November.

"Kami tetap berada di jalur untuk memberikan vaksin sebelum akhir tahun dan mungkin bahkan sebelum 1 November. Kami pikir kami mungkin bisa mendapatkannya sekitar bulan Oktober," kata Trump di Gedung Putih, Jumat.

Baca: Serang Balik, Joe Biden Ingin Selamatkan Amerika Serikat dari Kekacauan yang Diciptakan Donald Trump

Baca: Donald Trump Sarankan Korban Badai Laura Jual Tanda Tangannya Seharga Rp 145 Juta di eBay

Pakar kesehatan mengatakan deadline yang diinginkan Trump sangat tidak realistis.

Moncef Slaoui, yang dipilih Trump untuk menjalankan "Operation Warp Speed", mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NPR pekan lalu bahwa vaksin Covid-19 tersedia Oktober "sangat tidak mungkin."

Biden dan Harris mengungkap jika tanggapan Trump terhadap pandemi virus corona sebagai bagian utama dan menjadi pusat kampanye mereka.

Saingan Donald Trump ini menanggapi kebijakan lawannya tersebut terkait wabah telah menjadi "kegagalan" hanya karena "ketidakpeduliannya,".

Diketahui, hampir 190.000 orang di AS telah meninggal akibat virus korona dan ada lebih dari 6,2 juta infeksi yang dikonfirmasi.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C, pada 4 September 2020. (DREW ANGERER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Jelang Pemilu

Diketahui AS terus gencar mencari titik terang vaksin Covid-19 jelang pemilu pada 3 November mendatang.

Baru-baru ini beredar kabar, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), meminta negara-negara bagian menghapus birokrasi yang mencegah distribusi vaksin terpusat.

Hal tersebut diganti menjadi "beroperasi penuh pada 1 November 2020".

Sebelum uji coba berakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun ikut meningkatkan kemungkinan vaksin bisa diberikan otorisasi darurat.

Baca: Politik Amerika Kian Panas Jelang Pilpres, Donald Trump: AS Bakal Kacau Jika Dipimpin Joe Biden





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved