Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nganggung Dulang merupakan tradisi adat yang berasal dari Bangka Belitung.
Nganggung Dulang sama dengan tradisi yang ada di pulau Jawa yang diberi nama 'Bancakan'.
Tradisi Nganggung Dulang merupakan tradisi makan bersama .
Biasanya, tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Bangka Belitung dan sekitarnya yang sudah menjadi budaya.
Kegiatan budaya khas Bangka ini dilakukan oleh tua, muda, laki-laki dan perempuan dengan cara makan duduk di lantai bersama-sama menyantap makanan yang dihidangkan.
Nganggung adalah budaya membawa makanan lengkap di atas dulang yang ditutup dengan tudung saji berwarna merah dan bermotif.
Di dalam dulang biasanya berisi nasi, lauk-pauk, buah-buahan, dan juga aneka kue.
Sedangkan dulang adalah talam atau nampan yang biasanya terbuat dari kuningan dan bentuknya bulat.
Tradisi ini sudah lama dilakukan secara turun temurun sejak jaman nenek moyang.
Tradisi makan bedulang ini tersebar di kabupaten-kabupaten di Bangka Belitung. (1)
Baca: Tradisi Nyorong
Baca: Tradisi Mekotek
Baca: Tradisi Toron
Makna #
Tradisi khas Bangka Belitung ini sudah dilakukan secara turun-temurun sejak dahulu kala.
Makan bedulang tersebut memiliki makna menyatukan batin satu sama lain sambil makan.
Tradisi ini biasanya dilakukan oleh semua kalangan masyarakat untuk menyambung tali silaturahmi.
Masyarakat Bangka Belitung biasanya duduk bersama-sama makan bedulang.
Budaya Bangka Belitung ini biasanya dilakukan untuk memperingati hari-hari besar seperti lebaran, pernikahan, atau penyambutan tamu kehormatan.
Tradisi Nganggung Dulang merupakan wujud semangat gotong-royong antarwarga.
Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga, supaya tercipta kerukunan dan kedamaian. (2)
Pelaksanaan #
Biasanya, tradisi Nganggung Dulang ini dilakukan untuk memperingati hari-hari besar di Bangka Belitung.
Masyarakat Bangka biasanya membawa sendiri makanan yang akan disiapkan untuk Nganggung Dulang.
Dalam menyelenggarakan tradisi ini biasanya satu rumah menyiapkan satu makanan yang akan dihidangkan dalam acara Nganggung Dulang.
Kemudian makanan tersebut dimasukkan ke dalam dulang (wadah makan) lalu di bawa ke tempat diselenggarakannya acara.
Saat itu, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan makanan karena makanan di Nganggung Dulang akan disalurkan menyamping.
Sehingga masyarakat akan kebagian makanan yang dihidangkan tersebut. (3)
Kata Nganggung sendiri berasal dari kata ‘anggung’ yang artinya angkat. (4)
Orang-orang yang mengikuti acara nganggung dulang, biasanya akan mengangkat dulang ke atas bahu kanan mereka.
Kemudian berjalan beriringan memasuki surau atau balai desa.
Setelah itu, dulang diletakkan dengan berjajar memanjang.
Warga yang datang akan duduk saling berhadapan.
Kalau panitia sudah memberi aba-aba, barulah dulang dibuka dan disantap bersama-sama.
Selain makan bersama, melalui tradisi ini setiap warga bisa saling berinteraksi dan bertukar pikiran.
Baca: Tradisi Sungkeman
Baca: Rumah Adat Honai
Baca: Upacara Rambu Solo
(TribunnewsWiki.com/Restu)
| Nama Tradisi/Adat | Nganggung Dulang |
|---|
| Asal | Bangka Belitung |
|---|
| Pelaksanaan | Makan Bersama |
|---|
| Makna | Menjalin Silaturahmi |
|---|
Sumber :
1. travel.kompas.com
2. bobo.grid.id