Tradisi Nganggung Dulang

Nganggung Dulang merupakan tradisi khas Bangka Belitung yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara makan bersama di hari-hari besar.


zoom-inlihat foto
tradisi-nganggung-dulang.jpg
KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO
Tradisi Nganggung Dulang masyarakat Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung seusai Toboali Fashion Carnaval 2017 di Rumah Dinas Bupati Bangka Selatan di Toboali, Minggu (30/7/2017).

Nganggung Dulang merupakan tradisi khas Bangka Belitung yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara makan bersama di hari-hari besar.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nganggung Dulang merupakan tradisi adat yang berasal dari Bangka Belitung.

Nganggung Dulang sama dengan tradisi yang ada di pulau Jawa yang diberi nama 'Bancakan'.

Tradisi Nganggung Dulang merupakan tradisi makan bersama .

Biasanya, tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Bangka Belitung dan sekitarnya yang sudah menjadi budaya.

Kegiatan budaya khas Bangka ini dilakukan oleh tua, muda, laki-laki dan perempuan dengan cara makan duduk di lantai bersama-sama menyantap makanan yang dihidangkan.

Nganggung adalah budaya membawa makanan lengkap di atas dulang yang ditutup dengan tudung saji berwarna merah dan bermotif.

Di dalam dulang biasanya berisi nasi, lauk-pauk, buah-buahan, dan juga aneka kue.

Sedangkan dulang adalah talam atau nampan yang biasanya terbuat dari kuningan dan bentuknya bulat.

Tradisi ini sudah lama dilakukan secara turun temurun sejak jaman nenek moyang.

Tradisi makan bedulang ini tersebar di kabupaten-kabupaten di Bangka Belitung. (1)

Baca: Tradisi Nyorong

Baca: Tradisi Mekotek

Baca: Tradisi Toron

  • Makna #


Tradisi khas Bangka Belitung ini sudah dilakukan secara turun-temurun sejak dahulu kala.

Makan bedulang tersebut memiliki makna menyatukan batin satu sama lain sambil makan.

Tradisi ini biasanya dilakukan oleh semua kalangan masyarakat untuk menyambung tali silaturahmi.

Masyarakat Bangka Belitung biasanya duduk bersama-sama makan bedulang.

Budaya Bangka Belitung ini biasanya dilakukan untuk memperingati hari-hari besar seperti lebaran, pernikahan, atau penyambutan tamu kehormatan.

Tradisi Nganggung Dulang merupakan wujud semangat gotong-royong antarwarga.

Tradisi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga, supaya tercipta kerukunan dan kedamaian. (2)

  • Pelaksanaan #


Biasanya, tradisi Nganggung Dulang ini dilakukan untuk memperingati hari-hari besar di Bangka Belitung.

Masyarakat Bangka biasanya membawa sendiri makanan yang akan disiapkan untuk Nganggung Dulang.

Dalam menyelenggarakan tradisi ini biasanya satu rumah menyiapkan satu makanan yang akan dihidangkan dalam acara Nganggung Dulang.

Kemudian makanan tersebut dimasukkan ke dalam dulang (wadah makan) lalu di bawa ke tempat diselenggarakannya acara.

Saat itu, masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan makanan karena makanan di Nganggung Dulang akan disalurkan menyamping.

Sehingga masyarakat akan kebagian makanan yang dihidangkan tersebut. (3)

Kata Nganggung sendiri berasal dari kata ‘anggung’ yang artinya angkat. (4)

Orang-orang yang mengikuti acara nganggung dulang, biasanya akan mengangkat dulang ke atas bahu kanan mereka.

Kemudian berjalan beriringan memasuki surau atau balai desa.

Setelah itu, dulang diletakkan dengan berjajar memanjang.

Warga yang datang akan duduk saling berhadapan.

Kalau panitia sudah memberi aba-aba, barulah dulang dibuka dan disantap bersama-sama.

Selain makan bersama, melalui tradisi ini setiap warga bisa saling berinteraksi dan bertukar pikiran.

Baca: Tradisi Sungkeman

Baca: Rumah Adat Honai

Baca: Upacara Rambu Solo 

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Nama Tradisi/Adat Nganggung Dulang
Asal Bangka Belitung
Pelaksanaan Makan Bersama
Makna Menjalin Silaturahmi
   


Sumber :


1. travel.kompas.com
2. bobo.grid.id


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved