Disebut Buang-buang Dana Rp 90 Miliar untuk Influencer, Ini Tanggapan Kemenparekraf

Kemenparekraf memberi tanggapan terkait temuan ICW soal dana sebesar Rp 90 miliar yang dianggarkan pemrintah untuk paket influencer.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-influencer.jpg
Kompas.com
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberi tanggapan terkait temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai dana sebesar Rp 90 miliar yang dianggarkan pemrintah untuk influencer.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) mengenai dana sebesar Rp 90 miliar yang dianggarkan pemrintah untuk influencer menjadi heboh.

Pasalnya beberapa pihak menilai bahwa dana tersebut tidka terlalu penting dan terkesan menghambur-hamburkan.

Terkait hal itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberi tanggapan.

Juru bicara Kemenparekraf, Ari Juliano Gema mengatakan bahwa nantinya akan dijelaskan detil dana influencer senilai Rp 77,66 miliar.

“Nanti ada keterangan pers dari pemerintah khusus soal itu,” singkat Ari kepada Tribunnews, Sabtu (22/8/2020).

Ari enggan menjawab paket influencer terbesar dikucurkan kepada siapa.

Baca: ICW Catat Pemerintah Bayar Influencer hingga Rp 90,45 M, Total Rp 1,29 T untuk Aktivitas Digital

Baca: Puluhan Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara Karena Tak Lapor Karyawan yang Positif Covid-19

Ari Juliano Gema mewakili pemerintah melalui Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Ari Juliano Gema mewakili pemerintah melalui Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dhadiri acara Ikrar Pakta Integritas Federasi Serikat Musisi Indonesia yang dihadiri oleh perwakilan Pekerja Profesi Musik, Perwakilan Industri Musik Rekaman, Perwakilan Industri Musik Hiburan, Perwakilan Komunitas Musik, Perwakilan Instansi/Lembaga Mitra, Perhimpunan Hotel dan Restoran, Indonesia (PHRI), Akademisi serta Media atau pers, Rabu (18/12/2019) berlangsung di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengalu tidak mengetahui temuan ICW soal belanja pemerintah untuk membayar influencer sejak 2017.

Dikutip dari Kompas.com, menurut Johnny, Kemenkominfo memiliki program coaching clinic yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Siberkreasi pada 2018

Lebih lanjut, program tersebut memanglah melibatkan influencer.

"Namun program coaching clinic school of influencer oleh Kominfo tersebut bukan untuk membiayai influencer, tetapi pelatihan bagi yang berminat berprofesi sebagai influencer," kata Johnny saat dihubungi, Jumat (21/8/2020).

Dia mengatakan, program tersebut dibuat agar peserta mempunyai kemampuan sebagai influencer yang baik.

Dalam program itulah pemerintah membayar influencer untuk memberikan pelatihan.

"Literasi digital membutuhkan banyak influencer yang mengerti tentang transformasi digital dan kegiatan literasi digital tersebut berlangsung terus sampai sekarang bahkan lebih agresif," kata dia.

Baca: Johnny G Plate

Baca: Kemendikbud Izinkan Penggunaan Dana BOS untuk Rapid Test Belajar Tatap Muka Wilayah Zona Kuning

Johnny G Plate, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).
Johnny G Plate, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018). (KOMPAS.com/Devina Halim)

Menurut dia, program ini untuk membantu pemahaman yang lebih baik terkait digital, khususnya digital ekonomi bagi masyarakat pedesaan seperti petani, peternak, dan nelayan.

"Kominfo melibatkan banyak lembaga swadaya maupun organisasi kemasyarakatan untuk mendukung kegiatan literasi digital," ujar dia. 

Johnny tak merinci besaran anggaran untuk program tersebut.

Meski begitu, dia menegaskan, anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut tak sebesar yang disebut ICW yakni Rp 10,83 miliar untuk kementeriannya. 

Sebelumnya diberitakan, ICW mencatat, pemerintah pusat menggelontorkan dana mencapai Rp 90,45 miliar untuk Influencer.

Data tersebut merupakan belanja pemerintah dari tahun 2017-2020 yang dihimpun ICW dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Baca: Indonesia Corruption Watch (ICW)

Baca: Gelombang Pertama BLT Rp 600 Ribu Disalurkan ke 7,5 Juta Karyawan, Cek Nama dengan Login di Sini

Lambang Indonesia Corruption Watch (ICW)
Lambang Indonesia Corruption Watch (ICW) (antikorupsi.org)

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha mengatakan, ICW menggunakan kata kunci influencer dan key opinion leader dalam melakukan pencarian anggaran di LPSE.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved