Daging sapi merupakan bahan pangan asal ternak yang mengandung banyak nutrisi sehingga hal tersebut menjadikan medium yang baik untuk pertumbuhan bakteri dan mudah mengalami kerusakan.
Bahan pangan ini akan berbahaya dan tidak berguna apabila tidak aman, oleh karena itu perlu penjagaan yang baik dalam keamanan pangan supaya berguna bagi tubuh.
Daging sapi mudah mengalami kerusakan oleh bakteri dengan ditandai perubahan bau dan timbul lendir yang biasanya terjadi jika jumlah bakteri menjadi jutaan atau ratusan juta sel atau lebih per 1 cm.
Cemaran bakteri pada pangan asal ternak yang dapat membahayakan kesehatan manusia adalah:
- Coliform,
- Escherichia coli,
- Enterococci,
- Staphylococcus aureus,
- Clostridium sp.,
- Salmonella sp.,
- Champhylobacter sp
- Listeria sp.
Pencemaran bakteri terjadi dari rumah pemotongan hewan sampai ke pasar.
Berikut sumber pencemaran dalam berbagai tahap pengelohan dari daging sapi yaitu:
- Hewan (kulit, kuku, isi jeroan),
- Pekerja/manusia yang mencemari produk ternak melalui pakaian, rambut, hidung, mulut, tangan, jari, kuku, alas kaki.
- Peralatan (pisau, alat potong/talenan, pisau, boks).
- Bangunan (lantai).
- Lingkungan (udara, air, tanah).
- Kemasan.
Risiko Kesehatan
Berikut adalah risiko bagi kesehatan tubuh apabila mengonsumsi daging sapi secara berlebihan:
- Sembelit
- Kolesterol Tinggi
- Dehidrasi
- Bau tubuh tidak sedap
- Sakit kepala
- Capai berlebihan
- Penurunan kualitas tulang
- Gangguan perut
Baca: Sapi (Hewan Ternak)
Baca: Resep Memasak Tongseng Kambing yang Benar Agar Tidak Meninggalkan Bau Amis
Baca: Tips Mengolah Daging Kurban Jadi Lebih Empuk, Gunakan Daun Pepaya Hingga Teh
Baca: LENGKAP! Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha, Beserta Doa dan Ketentuan Pembagian
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL YOUTUBE TRIBUNNEWSWIKI.COM