TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebelum mengolah menjadi varian masakan, mari mengenal daging kambing.
Mulai dari jenis, karakteristik, komposisi, kandungan gizi, manfaat, dan risiko kesehatan.
Apa itu Daging Kambing?
Daging kambing adalah daging yang dihasilkan dari kambing.
Permintaan terhadap daging kambing cukup tinggi karena tidak hanya untuk kebutuhan harian juga digunakan dalam ibadah kurban bagi umat Islam di Indonesia setiap tahun.
Statistik mencatat bahwa enam persen daging yang diperdagangkan di dunia adalah daging kambing.
Selain itu, lebih dari 70 persen penduduk dunia memakan daging kambing.
Kambing adalah salah satu komoditas peternakan yang memiliki angka populasi tinggi di Indonesia.
Populasi binatang kambing secara nasional mengalami peningkatan setiap tahunnya berkisar 1,9-5,6% pada kurun waktu 2009-2013.
Populasi bintang kambing pada tahun 2009 sebanyak 15,81 juta ekor dan meningkat menjadi 18,57 juta ekor pada tahun 2013.
Angka pemotongan ternak yang tercatat pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kambing menempati urutan pertama, kemudian diikuti oleh sapi, babi dan domba
Berdasarkan karakteristik pakan ternak, binatang kambing mengkonsumsi lebih sedikit pakan dibandingkan binatang sapi.
Satu are lahan penggembalaan dapat memelihara 10 binatang kambing, dibandingkan dengan dua ekor binatang sapi pada luas yang sama.
Namun kambing hanya menghasilkan hingga 20 kg daging per ekor, lebih sedikit dibandingkan sapi dan babi sehingga tidak menguntungkan secara ekonomi jika diterapkan dalam industri daging modern.
Penyebaran
Penyebaran daging kambing paling banyak dimakan di Afrika, Asia, Amerika Tengah, dan Amerika Latin, selain itu juga tidak jarang di Eropa.
Daerah yang paling banyak menggunakan daging kambing adalah Afrika sub-sahara, Timur Tengah, India, Pakistan, Meksiko, dan Karibia.
Di negara Meksiko, kambing yang masih muda (berusia di bawah satu tahun) disebut dengan Cabrito.
Daging kambing muda / Cabrito banyak dikonsumsi di Meksiko dengan diolah ke dalam berbagai jenis varian makanan. [2]
Baca: Lada/Merica
Baca: Kemiri
Baca: Pala (Rempah-rempah)
Baca: Cengkih/Cengkeh
Karakteristik
Daging kambing umumnya memiliki rasa yang kuat.
Namun demikian, hal ini berlaku tergantung bagaimana kambing tersebut dibesarkan.
Artinya, lingkungan tempat dibesarkannya kambing mempengaruhi karakteristik daging kambing.
Susunan karkas (bagian tubuh hewan setelah mengalami pemotongan) dari daging kambing adalah daging 62%, tulang 19%, dan lemak 19%.
Masakan di negara Karibia, biasanya menggunakan daging kambing yang sudah tua dengan aroma yang lebih kuat.
Daging bagian iga, loin, dan tenderloin cocok dimasak secara cepat, namun bagian lainnya lebih cocok direbus dalam waktu lama.
Daging kambing tergolong ke dalam daging merah yang memiliki kadar lemak total dan kalori yang rendah, sehingga ia dianggap sebagai daging sehat.
Daging kambing telah digunakan sebagai makanan terapi pada pasien hiperlipemik di rumah sakit Staten Island Medical Center.
Daging kambing mempunyai lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging domba dan daging sapi.
Daging kambing mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan daging sapi.
Namun, daging kambing memiliki serat lebih kecil dibandingkan serat daging sapi.
Selain itu, daging kambing mempunyai aroma yang khas.
Daging kambing memiliki ciri yang khas, yaitu hampir tidak mempunyai lemak dibawah kulit.
Selain itu, daging kambing mempunyai kelebihan lemaknya yang tersebar diantara serat daging.
Berikut adalah ciri-ciri daging kambing yang baik:
- Warna daging merah jambu dan cerah.
- Bau tidak menyimpang (tidak berbau amis, menyengat dan asam)
- Permukaan daging lembab (tidak kering dan tidak basah)
- Permukaan daging bersih dan tidak ada darah.
- Serabut daging relatif halus.
- Daging disimpan dalam kondisi dingin (suhu 1 – 10 derajat celcius).
Bagian Daging
1. Kaki depan (lamb foreshank:
Bagian ini terdapat di bagian paha sampai kaki.
Terbagi menjadi dua macam, yaitu kaki depan dan kaki belakang. Kaki depan lebih keras dibandingkan kaki belakang karena memiliki lebih banyak otot dibanding lemak.
Karena itu, pengolahan kaki kambing bagian depan harus lebih lebih lama daripada kaki belakang.
Cocok diolah untuk: aneka makanan berkuah yang dimasak dalam waktu lama. Seperti semur, kari, dan sup.
2. Sengkel (lamb shank):
Kaki belakang ini memiliki tekstur yang lebih empuk dibandingkan kaki depan.
Cocok diolah untuk: roast lamb, semur.
3. Panggul (lamb leg)
Karakter dari daging panggul ini adalah teksturnya yang lebih empuk dibandingkan sengkel atau lamb shank.
Aromanya pun tidak terlalu kuat karena kadar lemaknya lebih sedikit dibanding bagian perut.
Cocok diolah untuk: sate kambing, gulai, dan tongseng kambing.
4. Iga (rib)
Pada umumnya bagian ini lebih empuk dan biasa disajikan dengan cara dibakar atau dibuat sup.
Sebelum proses pembakaran, sebaiknya iga kambing direbus terlebih dulu menggunakan panci bertekanan tinggi dengan menambahkan daun salam, serai, dan kunyit untuk menghilangkan bau prengus.
Selain itu, campuran bumbu ini juga dapat menghilangkan efek lengket akibat lemak dari iga.
Cocok diolah untuk: iga bakar, sup.
5. Has luar (sirloin)
Bagian ini memiliki tekstur empuk dan biasanya terdapat sedikit lemak.
Cocok diolah untuk: rendang, steak, sate.
6. Has dalam (tenderloin)
Seperti halnya daging sapi, daging has dalam dari kambing merupakan salah satu bagian yang terbaik karena teksturnya yang empuk dibandingkan daging has luar atau sirloin.
Cocok diolah untuk: tongseng, sate.
7. Bahu (chateaubriand)
Chateaubriand merupakan bagian daging kambing yang terletak pada punuk bagian atas.
Bahu merupakan salah satu bagian yang empuk dan lebih mahal dibandingkan bagian manapun.
Cocok diolah untuk: steak dan sate.
Komposisi:
Daging kambing mengandung protein sebesar 17,1% dan 16,6% dan lemak 14,8% dan 9,2%.
Berikut adalah komposisi daging kambing per 100 gram:
- Kalori (kal): 154,00
- Protein (g): 16,60
- Lemak (g): 9,20
- Karbohidrat (g): 0
- Kalsium (mg): 11,00
- Fosfor (mg): 124,00
- Besi (mg): 1,00
- Vitamin A (SI): 0
- Vitamin B1 (mg): 0,09
- Vitamin C (mg): 0
- Air (g): 70,30
Manfaat dan Risiko Kesehatan
Daging kambing merupakan sumber protein hewan berkualitas tinggi dengan resiko absorbi kolesterol yang rendah.
Beberapa nilai manfaat yang dapat diperoleh dari konsumsi daging kambing adalah sebagai berikut:
- Mengandung Asam Lemak Anti Kanker
- Mencegah Inflamasi Pembuluh Darah
- Menaikkan Tekanan Darah pada Penderita Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)
- Mengandung banyak Protein
- Mengandung Lemak Jenuh lebih Rendah
- Menyeimbangkan level kolesterol
- Baik untuk Peredaran Darah
Selain itu, daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lumayan relatif tinggi.
Namun demikian, kandungan lemak tak jenuhnya tidak lebih tinggi dibanding daging bewarna merah lain seperti daging sapi atau daging babi.
Binatang kambing yang tidak dipelihara secara bersih dapat terjangkit penyakit Fasciolasis.
Penyakit fasciolasis adalah infeksi oleh cacing hati Fasciola hepatica dan Fasciola gigantica.
Cacing hati dapat menular antara hewan dan manusia, serta dapat menyebabkan kerusakan pada hati.
Penularan dari kambing ke manusia utamanya disebabkan oleh konsumsi jeroan kambing yang tidak dimasak dengan baik.
Terkait resiko kesehatan karena kandungan kolesterol dalam daging kambing, dipengaruhi juga oleh pakan (status nutrisi) yang diberikan ke binatang kambing pada waktu masih hidup.
Beberapa resiko kesehatan yang akan diperolah saat mengonsumsi daging kambing secara berlebihan adalah sebagai berikut:
- Memicu Hipertensi
- Meningkatkan Risiko Stroke
- Menyebabkan Demam
- Meningkatkan Risiko Obesitas
- Menyebabkan Gastroenteritis
- Meningkatkan Risiko Penyakit Antraks
- Kepala Menjadi Pusing
- Mengalami Toksoplasmosis
- Mengalami Masalah Buang Air Besar
Baca: Olahan Rendang Daging Kurban, Berikut Resep Rendang Daging Susu Kedelai, Patut Dicoba!
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL YOUTUBE TRIBUNNEWSWIKI.COM