Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lada atau Merica (Piper Nigrum L.) merupakan rempah-rempah berbentuk biji-bijian yang dihasilkan dari tumbuhan yang sejenis.
Lada atau Merica adalah komoditas ekspor tertua di Indonesia.
Sebagai tanaman yang dikenal untuk penghangat tubuh, lada atau merica adalah tanaman rempah-rempah yang juga digunakan sebagai bumbu masakan.
Lada atau merica mempunyai bentuk pohon semak yang memanjat, serta dapat ditanam sebagai lada perdu atau juga bisa melalui media tiang panjat.
Asal Usul #
Tanaman lada atau merica sudah dikenal di Indonesia sejak lama.
Lada atau merica mempunyai nama yang berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia, yaitu ‘Lada’ untuk di Aceh, Batak, Lampung, Nias.
Kemudian ‘Ngguru’ untuk Flores, ‘Malita lo dawa’ untuk Gorontalo, ‘Mboko saah’ untuk Ende, ‘Saga’ untuk Bima, ‘Raro’ untuk Mentawai, dan ‘Merica’ atau ‘Pedes’ untuk Sunda.
Baca: Kemiri
Baca: Bambu (Bambusa Sp)
Baca: Amfetamin
Klasifikasi Botani #
Tanaman Lada atau Merica digolongan sebagai famili Pipiraceae.
Klasifikasi tanaman Lada atau Merica adalah sebagai berikut:
Divisi: Spermatophyta
Subdivisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonae
Famili: Piperaceae
Genus: Piper
Spesies: Piper Nigrum
Tanaman dari Lada terdiri dari beberapa bagian yaitu: Akar, Batang Pokok, Cabang, Daun, Bunga, dan Buah.
Penjelasannya akan dijabarkan lebih dalam di topik selanjutnya.
Akar Lada #
Tanaman Lada mempunyai jenis akar yaitu akar tunggang.
Namun jenis lada yang berakar tunggang sudah jarang ditemui karena pada umumnya didominasi oleh penanaman lada dengan metode ‘setek’, sehingga yang ditemui hanyalah akar yang bersifat lateral.
Akar tanaman Lada terbentuk berlapis-lapis / berbuku-buku pada ruas batang pokok dan cabang.
Dilihat dari fungsinya, akar dari tanaman lada terbagi menjadi dua yaitu, akar yang tumbuh dari buku-akar di dalam tanah dan akar yang tumbuh dari buku-akar di atas tanah.
Pada bagian akar tanaman lada yang tumbuh di dalam tanah akan membentuk akar lateral yang berfungsi untuk menyerap makanan dari dalam tanah.
Sedangkan bagian akar tanaman lada yang tumbuh di atas permukaan tanah mempunyai fungsi sebagai pelekat pada tiang panjat.
Buah Lada #
Pada dasarnya buah dari tanaman lada tidak mempunyai tangkai.
Selain itu, buah dari tanaman lada mempunyai biji tunggal.
Bentuk buah dari tanaman lada adalah bulat dan berdaging.
Ukuran diameter dari buah tanaman lada adalah 4-6 milimeter.
Sedangkan kulit buah tanaman lada berwarna hijau saat masih muda, dan berwarna merah saat sudah masak.
Kemudian panjang untaian/malai dai buah lada mencapai sekitar panjang 15 sentimeter, dengan minimal 5 sentimeter.
Biji Lada #
Tanaman lada mempunyai biji berdiameter sekitar 3-4 milimeter.
Kemudian, biji dari tanaman lada mempunyai embrio yang sangat kecil.
Biji dari tanaman lada ini dilapisi daging buah yang berlendir.
Daging buah lada memiliki rasa manis.
Biji dari tanaman lada menurut beberapa sumber tidak menjadi referensi untuk media penanaman lada, karena harus membutuhkan waktu selama 7 tahun agar tanaman lada bisa berbuah.
Secara umum, pembibitan lada dilakukan dengan cara ‘setek’/‘stek’.
Batang Lada #
Batang dari tanaman lada terdiri dari satu batang utama/pokok dengan dua jenis cabang.
Kedua jenis cabang dari tanaman lada tersebut yaitu cabang orthotropis atau vertikal, dan plagiotropis atau horizontal.
Penjelasan dari cabang orthotropis atau vertikal, yaitu cabang yang tumbuh membentuk kerangka dasar dari pohon lada, mengayu, dan mempunyai ruas dengna panjang rata-rata sekitar 5-12 centimeter.
Sedangkan cabang plagiotropis yaitu akar pelekat yang terbentuk dari buku antarruas.
Pertumbuhan cabang plagiotropis terlihat agak membengkak, serta pada buku antarruas tersebut akan tumbuh sehelai daun dan kuntum.
Selanjutnya, dari daun dan kuntum tersebut akan tumbuh cabang.
Cabang dari plagiotropis ini dapat berbunga dan berbuah.
Buku-bukuan dari cabang plagiotropis berbentuk lateral dan tidak berakar, sehingga percabangannya berbentuk cabang orthotropis untuk lada panjat dengan menggunakan cabang buah untuk jenis tanaman lada perdu.
Baca: Tsunami 20 Meter Bukan Berita Bohong, Daerah Pantai Selatan Jawa-Bali Harus Bersiap
Baca: Marvel Studios Masuki Fase Ke-4, Berikut Daftar Cinematic Universe dan Jadwal Penayangannya
Baca: Pertempuran Somme 1961
Daun Lada #
Tanaman lada mempunyai daun berbentuk bulat telur dengan ujung daun yang berbentuk runcing, tunggal dan bertangkai daun 2-5 sentimeter.
Daun yang ujungnya runcing tersebut membentuk alur di bagian atas.
Warna daun tanaman lada adalah berwarna hijau tua, bagian atasnya mengkilap, namun pada bagian bawahnya berwarna pucat dengan kelenjar.
Baca: Single 2 (2019)
Baca: Ayam Lodho
Bunga Lada #
Tanaman lada memiliki bunga berbentuk agak menggelantung.
Bentuknya juga malai dan mempunyai panjang sekitar 5-25 sentimeter.
Bunga tanaman lada juga tidak bercabang dan mempunyai poros yang tunggal.
Setidaknya terdapat sektiar 150 bunga kecil yang tumbuh berhadapan dengan cabang atau ranting.
Jenis bunga pada tanaman lada ada yang berumah satu (monoecious) dan berumah dua (dioecious).
Bunga pada tanaman lada tumbuh di bagian sudut atau ketiak, mempunyai kelopak yang berdaging, tidak bermahkota, dan mempunyai benang sari sebanyak 2-4 helai.
Bunga pada tanaman lada mempunyai panjang 1 milimeter, terletak di kiri dan kanan dari bakal buah.
Sedangkan bakal buah dari tanaman lada mempunyai bentuk bulat, memiliki sel tunggal, dan bertelur tunggal.
Selain itu, kepala putik dari bunga di tanaman lada mampu menerima tepung sari selama 10 hari pada masa reseptif dan mulai tampak.
Bunga pada tanaman lada juga mulai membuka dari bentuk malai di bagian bawah sampai ke bagian atas.
Pembukaan bunga dari tanaman lada akan selesai 7-8 hari.
Pembudidayaan & Varietas Unggul #
Saat ini dikenal luas teknik budi daya dari tanaman lada yang praktis, yaitu ‘lada tiang panjat’ dan ‘lada perdu’.
Untuk memperbanyak bibit dari tanaman lada, digunakan metode lada tiang anjat yang berasal dari setek sulur panjat.
Cara menanam jenis lada tiang panjat adalah dengan menggunakan tiang panjat.
Sedangkan untuk memperbanyak jenis lada perdu, dapat menggunakan metode setek/stek sulur (cabang) dari buah.
Cara menanam jenis lada perdu adalah tidak menggunakan tiang panjat, dan hanya setek sulur.
Kemudian, bibit tanaman lada dapat diambil dari tanaman lada yang sudah berumur dua tahun.
Pengambilan bibit tanaman lada juga disyaratkan pohon lada telah mengalami pemangkasan pada waktu umur 8-10 bulan, kemudian umur 18-20 bulan pada pemangkasan kedua.
Untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi dari tanaman lada, diperlukan kesesuaian antara varietas yang akan ditanam dengan kondisi lingkungan lada akan tumbuh.
Penyebaran & Pertumbuhan #
Daerah-daerah penghasil tanaman lada di Indonesia yaitu, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Tanaman lada dapat tumbuh di curah hujan sekitar antara 2000-3000 milimeter per tahun dengan rata-rata sekitar 2.300 milimeter per tahun.
Kemudian suhu untuk menanam tanaman lada yang pas berkisar antara 20 – 34 derajat celcius.
Kisaran suhu terbaik untuk tanaman lada adalah antara 21 – 27 derajat celcius pada pagi hari, dan 26 – 32 derajat celcius pada siang hari, serta 24-30 derajat celcius pada sore hari.
Selain itu, kelembapan udara ikut mempengaruhi pertumbuhan tanaman lada.
Kelembapan udara yang sesuai untuk tanaman lada berkisar 50-100 persen.
Jenis tanah yang dapat ditanami lada adalah tanah podsolik, andosol, latosol, dan granosol.
Jenis tanah ini disyaratkan harus mempunyai tingkat kesuburan dan drainase yang baik.
Kemudian selain jenis tanah, pertumbuhan tanaman lada juga dipengaruhi oleh kedalaman air tanah di lingkungkan tanaman lada tumbuh.
Pengukuran kadar ideal dari kedalaman air tanah sulit dilakukan, sehingga apabila terdapat air tanah dengan kedalaman hanya 0,5 sentimeter, maka dimungkinkan lada tidak akan tumbuh.
Agar tanaman lada bisa tumbuh dan subur diperlukan pendalaman kadar air tanah dengan ketinggian minimal 15 sentimeter dengan dibuatkan selokan atau parit di sekeliling kebun dengan kedalaman 50 sentimeter.
Manfaat #
Tanaman lada mempunyai beberapa manfaat, yaitu:
Lada hitam dapat digunakan sebagai minyak wangi atau parfum.
Kemudian, minyak lada mempunyai aroma yang sedap dan khas. Wewangian dari lada disukai oleh sebagian masyarakat.
Selanjutnya, lada merupakan bumbu dapur yang sering dipakai untuk campuran masakan.
Terakhir, tanaman lada dapat digunakan sebagai minyak asiri.
Sumber Literatur #
----
Sumber Literatur
1. Pedoman Budidaya Merica, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) bekerjasama dengan AGFOR SULAWESI, (2013).
2. Suwarto , Yuke Octavianty , Silvia Hermawati, Top 15 Tanaman Perkebunan, (Penebar Swadaya, 2014).
----
(Sumber foto di bawah)
TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)
JANGAN LUPA SUBSCRIBE CHANNEL YOUTUBE TRIBUNNEWSWIKI
| Informasi Detail |
|---|
| Nama | Lada |
|---|
| Nama Lain | Merica |
|---|
| Divisi | Spermatophyta |
|---|
| Subdivisi | Angiospermae |
|---|
| Kelas | Dicotyledonae |
|---|
| Famili | Piperaceae |
|---|
| Genus | Piper |
|---|
| Spesies | Piper Nigrum |
|---|
Sumber :
1. www.indonesian.alibaba.com
2. www.tokopedia.com
3. www.infoagribisnis.com
4. www.kartani.co.id