TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ada perbedaan mencolok untuk ibadah haji tahun ini.
Banyak berita simpang siur terkait pelaksanaan haji tahun 2020.
Namun akhirnya, pejabat keamanan Arab Saudi telah mengambil kebijakan untuk hal tersebut.
Arab Saudi mungumumkan penyelesaian tahap pertama persiapan haji 2020, Selasa (21/7/2020).
Diketahui Masjidil Haram akan ditutup pada hari Arafah.
Baca: Ibadah Haji Skala Kecil Akan Digelar pada 29 Juli 2020, Terbatas untuk Seribu Jamaah
Baca: Arab Saudi Terapkan Syarat Ketat, Ibadah Haji tahun 2020 Hanya Diikuti 1.000 Jamaah
Untuk mencegah penularan Covid-19, Masjidil Haram akan ditutup pada hari Arafah, Kamis (30/7/2020) dan Idul Adha pada Jumat (31/7/2020).
Mayjen Muhammad al-Ahmadi, selaku komandan pasukan yang bertanggung jawab atas keamanan jemaah di Masjidil Haram, Mekkah, mengumumkan adanya penundaan salat di Masjidil Haram.
"Keputusan untuk menunda salat di Masjidil Haram, termasuk di area terbuka akan berlanjut. Kami mengimbau penduduk Mekkah untuk berbuka puasa pada hari Arafah di rumah masing-masing," ujar dia.
Pusat komando dan kontrol yang berlokasi di Mina dan Muzdalifah pun akan beroperasi secara penuh.
Baca: Bebas dari Hukuman Mati di Arab Saudi, TKI Ety: Saya Nggak Merasa Bersalah, Allah yang Menjawab
Baca: Uni Emirat Arab Sambut Baik Keputusan Arab Saudi terkait Pembatasan Haji 2020
Kepala Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Abdurrahman al-Sudais mengungkapkan, khotbah Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa, termasuk China dan Rusia.
Abdurrahman al-Sudais menambahkan, rencana operasional yang diadopsi untuk haji berfokus pada tindakan pencegahan untuk menjaga kesehatan para jemaah haji.
"Arab Saudi telah berpengalaman dalam menangani haji dan manajemen krisis selama 80 tahun," terangnya.
Al-Sudais mengatakan, langkah khusus untuk pemasangan Kiswa (penutup) Ka'bah juga sudah dilaksanakan oleh Gubernur Mekkah Pangeran Khalid al-Faisal.
Ini juga dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.
Baca: Menteri Agama RI Beri Tanggapan Soal Keputusan Arab Saudi Gelar Ibadah Haji dengan Jumlah Terbatas
Menteri Urusan Haji dan Umrah Mohammed Saleh Banten pada Selasa (21/7/2020) pun sudah ikut meninjau langsung kantor pusat penerimaan jemaah haji di hotel Four Points, Mekkah.
Mohammed Saleh juga datang kamp jemaah haji di Arafah.
Dia pun meninjau prosedur pergerakan jemaah ke Jabal Rahmah.
Banten juga memeriksa layanan untuk jemaah di Muzdalifah, termasuk persiapan penyediaan makanan.
Saat akhir kunjungan, dia mendengarkan presentasi mengenai prosedur khusus yang diterapkan untuk memindahkan jamaah haji dari tempat tinggal mereka ke jembatan Jamarat di luar Mekkah.
Baca: Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji 2020 Namun Secara Terbatas, Hanya Orang-orang Ini yang Diizinkan
Baca: Arab Saudi Kembali Gelar Ibadah Haji, Hanya untuk Orang yang Tinggal di Negaranya
Dilansir Tribunnewswiki dari Arab News, Kamis (23/7/2020), komandan pasukan yang bertanggung jawab atas keamanan jemaah di Masjidil Haram, Mekkah, Mayjen Muhammad al-Ahmadi menekankan, melindungi jemaah haji merupakan prioritas mereka.