Apakah Virus Corona Bisa Menyebar Melalui Makanan? Simak Penjelasan Ahli

Sejauh ini, hasil pengujian terhadap sampel makanan tersebut semuanya negatif terinfeksi Covid-19.


zoom-inlihat foto
suasana-pasar-hewan-di-wuhan.jpg
South China Morning Post
Suasana pasar hewan di Wuhan


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pasar makanan segar telah dikaitkan dengan munculnya wabah baru Covid-19 di China, tepatnya di wilayah Beijing pada 11 Juni 2020 lalu.

Pihak terkait pun langsung mengambil ribuan sampel makanan laut impor, domestik, daging dan sayuran di China untuk diuji apakah makanan-makanan tersebut tercemar viirus corona baru atau tidak.

Sejauh ini, hasil pengujian terhadap sampel makanan tersebut semuanya negatif terinfeksi Covid-19.

Hal tersebut sesuai dengan konsensus organisasi kesehatan dan pangan internasional bahwa tidak ada bukti bahwa virus corona baru menyebar melalui bahan makanan atau kemasan.

Meski begitu, China tetap memperketat kontrol pada impor di tengah kekhawatiran wabah dapat dikaitkan dengan makanan dari luar negeri.

Baca: Benarkah Ruam Jadi Pertanda Gejala Covid-19? Ini Penjelasan Ahli

Baca: CDC Ungkap 3 Gejala Baru Infeksi Virus Corona, Mual dan Hidung Tersumbat

Dilansir oleh South China Mornging Post, China telah melakukan pembatasan termasuk pelarangan produk dari pabrik daging asing tertentu dan meminta eksportir untuk mengkonfirmasi keselamatan pengiriman mereka.

Langkah itu telah menimbulkan kekhawatiran di AS, yang memiliki kesepakatan perdagangan dengan China yang melibatkan volume besar ekspor makanan.

"Tidak ada bukti bahwa orang dapat terinfeksi Covid-19 dari makanan atau dari kemasan makanan," kata Sekretaris Pertanian AS Sonny Perdue dan komisioner Administrasi Makanan dan Obat-obatan Stephen Hahn mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (24/6/2020).

 

"Sistem keamanan pangan AS, yang diawasi oleh agen kami, adalah pemimpin global dalam memastikan keamanan produk makanan kami, termasuk produk untuk ekspor,” paparnya.

Orang-orang membawa barang keluar dari pasar makanan laut Jingshen di Beijing pada 13 Juni 2020. Pasar ditutup untuk desinfeksi dan penyelidikan pada 12 Juni setelah ditemukan bahwa seorang pasien virus corona yang baru diidentifikasi telah mengunjunginya.
Orang-orang membawa barang keluar dari pasar makanan laut Jingshen di Beijing pada 13 Juni 2020. Pasar ditutup untuk desinfeksi dan penyelidikan pada 12 Juni setelah ditemukan bahwa seorang pasien virus corona yang baru diidentifikasi telah mengunjunginya. (BAKER BESAR / AFP)

Namun, peningkatan jumlah kasus Covid-19 itu telah membingungkan pemerintah di China setelah Beijing tidak melaporkan kasus infeksi baru selama 55 hari.





Halaman
1234






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved