TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan ada tiga gejala baru infeksi virus corona.
Dilansir oleh Kompas.com, ketiga gejala baru tersebut adalah hidung tersumbat atau pilek, mual, dan diare.
Dengan adanya tiga tambahan tersebut, maka gejala virus corona dalam daftar CDC kini menjadi 11 gejala.
Sebanyak 11 gejala Covid-19 dari CDC adalah:
- Demam
- Batuk
- Sesak napas
- Kelelahan
- Tubuh terasa sakit
- Sakit kepala
- Kehilangan rasa atau bau
- Sakit tenggorokan
- Pilek/hidung tersumbat
- Mual
- Diare
"Daftar ini tak mencakup semua gejala yang mungkin terjadi. CDC akan terus memperbarui daftar ini karena kami mempelajari lebih lanjut tentang Covid-19," kata CDC, seperti dilaporkan oleh Fox News, Kamis (25/6/2020).
Baca: Masa New Normal, 3 Lokasi Ini Berpotensi Jadi Titik Penularan Covid-19, Salah Satunya Kantor
Baca: Jokowi Berikan Tenggat Waktu 2 Minggu untuk Jatim Turunkan Angka Covid-19, Begini Tanggapan Risma
CDC melakukan perubahan yang sama pada April 2020 lalu ketika para pejabat menambahkan enam gejala tambahan ke dalam daftar.
Ketika pandemi pertama kali merebak, demam, batuk, dan sesak napas dilaporkan menjadi tanda paling umum dari infeksi Covid-19.
Gejala dapat berkisar dari ringan hingga berat, dengan kebanyakan orang mulai mengalaminya dua hingga 14 hari setelah terpapar virus. "
Orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang memiliki kondisi medis yang mendasari seperti jantung, paru-paru, dan diabetes tampaknya berisiko lebih tinggi untuk menjadi komplikasi lebih serius," jelas CDC.
"Tanda-tanda peringatan darurat untuk Covid-19 biasanya termasuk kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang menetap di dada, kebingungan baru, ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga, dan bibir atau wajah kebiruan," demikian CDC.
Untuk itu, CDC meminta mereka yang merasakan gejala-gejala itu agar segera mencari perawatan medis.
Hingga saat ini, virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan itu telah menginfeksi lebih 9,6 juta penduduk dunia.
Meski infeksi masih terus berlangsung, banyak negara mulai melonggarkan penguncian dan menghidupkan kembali roda perekonomian mereka.
Dengan realitas itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan peringatan bahwa virus corona memasuki fase baru dan berbahaya.
"Dunia kini dalam fase yang baru dan berbahaya. Banyak orang yang sudah bosan berada di rumah, tapi virus korona masih menyebar dengan cepat," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari New York Times, Jumat (19/6/2020).
Baca: Aturan Baru WHO tentang Kriteria Pasien Sembuh Covid-19, Tak Perlu Lakukan Tes Swab Negatif Dua Kali
Baca: WHO Klarifikasi Pernyataan tentang Penularan Virus Corona oleh Pasien Covid-19 Asimptomatik
Tedros menyadari bahwa berbagai kebijakan untuk menghentikan penyebaran virus korona telah membuat lumpuh ekonomi.
Namun, WHO terus mengingatkan agar masyarakat tidak menyerah untuk tetap berada di rumah.
Sebuah pelajaran berharga datang dari Beijing, China, yang kini tengah menghadapi gelombang kedua virus corona.
Dengan adanya laporan kasus-kasus baru, Beijing kembali menerapkan pembatasan baru dan menutup kembali sekolah.
Kasus tanpa gejala ata asimtomatis