Asimtomatis berarti seseorang yang terinfeksi virus tidak merasa sakit atau mengalami gejala tertentu.
Kondisi ini berbeda dengan pre-simtomatis, yang berarti seseorang tidak menunjukkan gejala di awal tahap penyakit tetapi mengalami gejala setelanya.
Dikutip dari Kompas.com, mereka yang tidak termasuk kasus asimtomatis atau tanpa gejala, waktu antara infeksi dan munculnya gejala adalah hingga 14 hari.
Kebanyakan orang yang terinfeksi menunjukkan gejala dalam waktu 5-6 hari.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala yang paling umum dari Covid-19 adalah demam, kelelahan, dan batuk kering.
Beberapa pasien juga dapat mengalami sakit dan nyeri, radang tenggorokan, diare, hingga kehilangan indra penciuman atau perasa.
Konsensus umum dari para kewenangan kesehatan dan ahli menyepakati bahwa virus corona dapat disebarkan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala.
Baca: WHO: Waspadai Sindrom Misterius pada Anak-anak yang Mungkin Terkait dengan Covid-19
Baca: Terungkap, Kasus Corona Pertama di Prancis Terjadi November, Menyebar Perlahan hingga Akhir Februari
WHO juga menyebutkan hal yang sama, tetapi juga masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengukur seberapa jauh penularan tersebut dapat terjadi.
Mengutip Time, 5 Juni 2020, sebuah penelitian yang diterbitkan pada 3 Juni dalam Annals of Internal Medicine mengkaji data dari 16 kelompok berbeda Covid-19 di dunia untuk mengetahui seberapa banyak kasus yang dapat ditelusuri dari orang yang menyebarkan virus tanpa gejala.
Kesimpulannya adalah setidaknya 30 persen dan paling banyak 40 persen hingga 45 persen.
Di Indonesia sendiri, beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia menyebut bahwa hampir 80 persen dari kasus yang ditemukan merupakan kasus tanpa gejala.
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bertambah 3 Gejala Baru, Ini Daftar 11 Gejala Covid-19 dari CDC"