CDC Ungkap 3 Gejala Baru Infeksi Virus Corona, Mual dan Hidung Tersumbat

Dengan adanya tiga tambahan tersebut, maka gejala virus corona dalam daftar CDC kini menjadi 11 gejala


zoom-inlihat foto
turis-yang-memakai-masker-pelindung-pada-28-februari-2020-di-pusat-milan.jpg
MIGUEL MEDINA / AFP
pada 28 Februari 2020, setelah COVID-19, virus corona baru, menyebar ke Italia. Italia mendesak para wisatawan yang ketakutan oleh virus corona baru pada 28 Februari untuk tidak menjauh, tetapi upaya untuk meyakinkan dunia bahwa mereka mengelola wabah dengan baik dibayangi oleh peningkatan tajam dalam jumlah kasus. Sekitar 650 orang telah dinyatakan positif terkena virus di Italia, meskipun hanya 303 yang dianggap sebagai kasus klinis serius, dan kematian mencapai 17 - sejauh ini merupakan yang tertinggi di Eropa - menurut angka terbaru dari badan perlindungan sipil.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan ada tiga gejala baru infeksi virus corona.

Dilansir oleh Kompas.com, ketiga gejala baru tersebut adalah hidung tersumbat atau pilek, mual, dan diare.

Dengan adanya tiga tambahan tersebut, maka gejala virus corona dalam daftar CDC kini menjadi 11 gejala.

Sebanyak 11 gejala Covid-19 dari CDC adalah:

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Sesak napas
  4. Kelelahan
  5. Tubuh terasa sakit
  6. Sakit kepala
  7. Kehilangan rasa atau bau
  8. Sakit tenggorokan
  9. Pilek/hidung tersumbat
  10. Mual
  11. Diare

"Daftar ini tak mencakup semua gejala yang mungkin terjadi. CDC akan terus memperbarui daftar ini karena kami mempelajari lebih lanjut tentang Covid-19," kata CDC, seperti dilaporkan oleh Fox News, Kamis (25/6/2020).

Baca: Masa New Normal, 3 Lokasi Ini Berpotensi Jadi Titik Penularan Covid-19, Salah Satunya Kantor

Baca: Jokowi Berikan Tenggat Waktu 2 Minggu untuk Jatim Turunkan Angka Covid-19, Begini Tanggapan Risma

CDC melakukan perubahan yang sama pada April 2020 lalu ketika para pejabat menambahkan enam gejala tambahan ke dalam daftar.

Ketika pandemi pertama kali merebak, demam, batuk, dan sesak napas dilaporkan menjadi tanda paling umum dari infeksi Covid-19.

Gejala dapat berkisar dari ringan hingga berat, dengan kebanyakan orang mulai mengalaminya dua hingga 14 hari setelah terpapar virus. "

Orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang memiliki kondisi medis yang mendasari seperti jantung, paru-paru, dan diabetes tampaknya berisiko lebih tinggi untuk menjadi komplikasi lebih serius," jelas CDC.

"Tanda-tanda peringatan darurat untuk Covid-19 biasanya termasuk kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang menetap di dada, kebingungan baru, ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga, dan bibir atau wajah kebiruan," demikian CDC.

Untuk itu, CDC meminta mereka yang merasakan gejala-gejala itu agar segera mencari perawatan medis.

Hingga saat ini, virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan itu telah menginfeksi lebih 9,6 juta penduduk dunia.

Meski infeksi masih terus berlangsung, banyak negara mulai melonggarkan penguncian dan menghidupkan kembali roda perekonomian mereka.

Dengan realitas itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengeluarkan peringatan bahwa virus corona memasuki fase baru dan berbahaya.

"Dunia kini dalam fase yang baru dan berbahaya. Banyak orang yang sudah bosan berada di rumah, tapi virus korona masih menyebar dengan cepat," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari New York Times, Jumat (19/6/2020).

Baca: Aturan Baru WHO tentang Kriteria Pasien Sembuh Covid-19, Tak Perlu Lakukan Tes Swab Negatif Dua Kali

Baca: WHO Klarifikasi Pernyataan tentang Penularan Virus Corona oleh Pasien Covid-19 Asimptomatik

Tedros menyadari bahwa berbagai kebijakan untuk menghentikan penyebaran virus korona telah membuat lumpuh ekonomi.

Namun, WHO terus mengingatkan agar masyarakat tidak menyerah untuk tetap berada di rumah.

Sebuah pelajaran berharga datang dari Beijing, China, yang kini tengah menghadapi gelombang kedua virus corona.

Dengan adanya laporan kasus-kasus baru, Beijing kembali menerapkan pembatasan baru dan menutup kembali sekolah.

Kasus tanpa gejala ata asimtomatis

Asimtomatis berarti seseorang yang terinfeksi virus tidak merasa sakit atau mengalami gejala tertentu.

Kondisi ini berbeda dengan pre-simtomatis, yang berarti seseorang tidak menunjukkan gejala di awal tahap penyakit tetapi mengalami gejala setelanya.

Dikutip dari Kompas.com, mereka yang tidak termasuk kasus asimtomatis atau tanpa gejala, waktu antara infeksi dan munculnya gejala adalah hingga 14 hari.

Kebanyakan orang yang terinfeksi menunjukkan gejala dalam waktu 5-6 hari.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala yang paling umum dari Covid-19 adalah demam, kelelahan, dan batuk kering.

Beberapa pasien juga dapat mengalami sakit dan nyeri, radang tenggorokan, diare, hingga kehilangan indra penciuman atau perasa.

Konsensus umum dari para kewenangan kesehatan dan ahli menyepakati bahwa virus corona dapat disebarkan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala.

Baca: WHO: Waspadai Sindrom Misterius pada Anak-anak yang Mungkin Terkait dengan Covid-19

Baca: Terungkap, Kasus Corona Pertama di Prancis Terjadi November, Menyebar Perlahan hingga Akhir Februari

WHO juga menyebutkan hal yang sama, tetapi juga masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengukur seberapa jauh penularan tersebut dapat terjadi.

Mengutip Time, 5 Juni 2020, sebuah penelitian yang diterbitkan pada 3 Juni dalam Annals of Internal Medicine mengkaji data dari 16 kelompok berbeda Covid-19 di dunia untuk mengetahui seberapa banyak kasus yang dapat ditelusuri dari orang yang menyebarkan virus tanpa gejala.

Kesimpulannya adalah setidaknya 30 persen dan paling banyak 40 persen hingga 45 persen.

Di Indonesia sendiri, beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia menyebut bahwa hampir 80 persen dari kasus yang ditemukan merupakan kasus tanpa gejala.

 (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bertambah 3 Gejala Baru, Ini Daftar 11 Gejala Covid-19 dari CDC"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved