Secara umum, telur HE, baik yang fertil maupun infertil sebenarnya tidak memiliki kandungan gizi yang berbeda dari telur ayam yang biasa dikonsumsi.
Hanya saja, telur HE lebih mudah busuk karena setelah keluar dari tubuh ayam, telur tersebut langsung melalui berbagai proses produksi peternakan.
Telur HE hanya bisa bertahan selama sekitar tujuh hari di suhu ruangan.
Sementara di Indonesia sendiri, proses distribusi telur bisa memakan waktu berhari-hari sebelum telur tersebut akhirnya sampai ke tangan konsumen.
Karena alasan itulah telur HE sudah dilarang diperjualbelikan.
Idealnya, telur HE yang gagal lolos seleksi untuk dipelihara hingga menetas, langsung dimusnahkan.
Baca: Ayam Ini Punya Telur Langka dan Unik, Kuning Telur Berwarna Hijau, Ternyata Ini Penyebabnya
Baca: Harga Telur Terus Menurun Drastis, Peternak Ayam Dilanda Kerugian
Baca: Sering Simpan Telur di Dalam Kulkas? Ternyata Kebiasaan Ini Bisa Bahayakan Kesehatan Kita
Namun, telur HE yang tersisa dari peternakan masih boleh diberikan ke masyarakat sekitar peternakan yang kurang mampu sebagai bentuk bantuan, secara gratis.
Dengan catatan, kondisi telur masih bagus dan masyarakat diberi informasi mengenai rentang waktu kelayakan telur tersebut.
Alasan tidak diperjualbelikan
Telur infertil yang beredar di masyarakat mungkin saja menjadi telur busuk karena lamanya pengiriman dari distributor.
Hal tersebut disebabkan karena telur tersebut diniatkan untuk menjadi telur tetas bukan telur konsumsi.
Karena berpotensi mudah busuk dan mengandung gizi yang berbeda dengan telur konsumsi biasa, pemerintah sudah menetapkan aturan untuk melaran jual beli telur infertil.
Namun hingga kini masih banyak oknum yang mencampur telur infertil dengan telur biasa.
Lalu, bagaimana cara membedakannya secara benar?
Telur yang sudah busuk memiliki beberapa ciri tertentu yang bisa dibedakan dari telur yang masih baik.
Berikut ini cara melihatnya:
1. Cium aromanya
Telur yang sudah busuk memiliki aroma tidak sedap, baik saat masih mentah ataupun setelah dimasak.
Jika tidak yakin akan aroma telur saat masih utuh, maka coba pecahkan telurnya di atas wadah dan cium aroma telur yang keluar.
2. Perhatikan cangkang dan konsistensinya setelah dipecahkan