Selain bau, kita juga bisa membedakan telur busuk dan tidak dari penampakannya.
Apabila cangkang telur terlihat ada retakan, licin atau berlendir, serta banyak bubuk-bubuk putih di atasnya, maka sebaiknya telur tersebut tidak lagi dikonsumsi.
Selain melihat dari penampakan cangkangnya, kita juga perlu memperhatikan kondisi telur mentah setelah dipecahkan.
Jadi, sebelum langsung memasukkannya ke panci, pecahkan terlebih dahulu telur tersebut ke atas piring terpisah.
Apabila pada putih atau kuning telurnya terdapat warna biru, hijau, merah muda, atau bahkan hitam, segera buang telur tersebut.
Sebab, perubahan warna bisa menandakan pertumbuhan bakteri di telur.
3. Rendam dalam air
Terakhir, cara yang paling sederhana adalah dengan merendam telur di dalam air.
Jika tenggelam saat direndam, maka telur tersebut masih segar.
Sementara jika mengambang, maka sudah hampir bisa dipastikan bahwa telur tersebut sudah lama atau sudah tidak segar.
Dengan beredarnya telur infertil HE di beberapa penjual yang tidak bertanggung jawab, bukan berarti kita harus berhenti mengonsumsi telur.
Sebab telur tetaplah salah satu sumber makanan paling padat nutrisi.
Kita hanya perlu lebih berhati-hati dan memastikan bahwa telur tersebut tidaklah busuk.
Selain itu, perhatikan juga cara mengolah telur agar nilai gizinya tidak banyak berkurang.
(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Telur Infertil Tidak Boleh Dijual, Tapi Banyak Beredar"