Penumpang Pesawat Keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta Kini Tak Perlu Siapkan SIKM Lagi

Setelah keluarnya Surat Edaran 7 tahun 2020 dari Gugus Tugas, penumpang pesawat dari Bandara Soetta kini tak perlu lagi sertakan SIKM.


zoom-inlihat foto
kondisi-sepi-di-posko-pemeriksaan-dokumen-perjalanan-bandara-soetta.jpg
Angkasa Pura II
Kondisi sepi di posko pemeriksaan dokumen perjalanan yang terletak di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis siang (14/5/2020).(Angkasa Pura II)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) merupakan syarat bagi penumpang pesawat yang ingin keluar atau masuk ke daerah Jabodetabek.

Namun, kini penumpang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten, tidak wajib menyertakan SIKM lagi.

Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang mengatakan bahwa keberangkatan dari Bandara Soetta sudah tak lagi mengharuskan syarat dokumen.

"Jadi sudah terbit persyaratan baru Surat Edaran 7 tahun 2020 dari Gugus Tugas," ujar dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Febri menegaskan jika kini penumpang pesawat untuk penerbangan dari Bandara Soetta ke luar daerah tak ada lagi pemeriksaan SIKM.

"(tidak diminta SIKM) untuk keberangkatan tidak," kata Febri.

Meskipun tak lagi memerlukan syarat SIKM untuk keberangkatan, saat kedatangan menuju Jakarta, penumpang dari daerah lain tetap harus membawa SIKM.

Pasalnya, kebijakan SIKM merupakan kewenangan Pemprov DKI Jakarta dan masih diterapkan.

Baca: Pemeriksaan SIKM Bakal Diperpanjang hingga Status Darurat Bencana Nasional Pandemi Covid-19 Dicabut

Baca: Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Akan Dikarantina dan Harus Bayar Sendiri Biaya Tes Covid-19

Baca: Tak Bisa Tunjukkan SIKM, 5 Penumpang Kereta Asal Surabaya Di Tes Swab dan Dikarantina

"Ini kewenangan dari Pemprov, kita selalu berkoordinasi. (Diperiksa SIKM) Kalau kedatangan dari daerah ke sini," ujar dia.

Pemeriksaan SIKM tetap dilaksanakan seperti dijelaskan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Pemeriksaan diperkecil hanya di lingkup perbatasan Jakarta dengan Bodetabek.

Berdasarkan data Dishub DKI Jakarta, tersebar 36 check point di wilayah Jakarta, satu pos di Bandara Soekarna Hatta, satu pos di Stasiun Gambir, satu pos di Pelabuhan Tanjung Priok, dan satu pos di Terminal Pulogebang.

Adapun persyaratan perjalanan orang dengan transportasi umum termasuk pesawat terbang kini hanya memerlukan dua dokumen seperti tertuang dalam SE 7 tahun 2020 yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Yakni surat identitas dan bukti hasil tes negatif jika menggunakan PCR atau hasil tes non-reaktif dari rapid test.

Baca: Lebih dari 250 WNI yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Reaktif Covid-19 Setelah Menjalani Rapid Test

Baca: Soal Antrean di Bandara, Menko PMK Muhadjir Effendy: Saya Meminta Maaf, Tetapi Mohon Dimaklumi

Baca: Viral Foto Antrean di Bandara Soekarno-Hatta, Pihak Angkasa Pura II Beri Penjelasan

Namun, jika belum ada fasilitas yang memadai untuk melakukan rapid test dan tes PCR di daerahnya, surat keterangan tersebut bisa digantikan dengan surat keterangan sehat bebas gejala influnsa dari rumah sakit atau puskesmas setempat.

Surat keterangan bebas gejala influensa

Persyaratan perjalanan orang diubah setelah diterbitkannya Surat Edaran (SE) 7 Tahun 2020 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam surat tersebut, ditulis kriteria dan persyaratan orang yang akan melakukan perjalanan dalam negeri menggunakan transportasi umum.

Syaratnya yakni kini penumpang tak harus melakukan uji tes PCR dan Rapid Test apabila tidak ada fasilitas alat tes di daerahnya.

Surat tersebut bisa digantikan dengan surat keterangan sehat bebas gejala influensa yang dikeluarkan oleh rumah sakit atau puskesmas.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved