TRIBUNNEWSWIKI.COM – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air terindikasi terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.
Mereka kambali ke tanah air melalui Bandara Soekarno-Hatta, Banten.
Dikutip dari Kompas.com, hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Maruf.
Anas mengatakan, setidaknya ada 250 lebih WNI yang dinyatakan reaktif Covid-19 dalam penerbangan repatriasi.
"Ditambah dengan kita temukan selama ini sudah lebih dari 250," kata dia seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (19/5/2020).
Dia menjelaskan, jumalah tersebut merupakan akumulasi dari temuan KKP Bandara Soetta melalui pemeriksaan.
Mulai dari tes cepat, pemeriksaan fisik, suhu hingga oksigen.
Ini termasuk juga WNI yang tiba di Bandara Soetta pada 15 Mei lalu, yang dinyatakan reaktif covid-19 sebanyak 131 orang.
Anas Maruf mengatakan, penerbangan repatriasi dari Barbados, Kepulauan Karibia tersebut memuat 203 penumpang.
Baca: Palembang Mulai Terapkan PSBB Pada Rabu 20 Mei 2020, Sanksi Administratif hingga Tipiring Disiapkan
Baca: Belum Ada Vaksin, Ahli di Inggris: Kita Harus Belajar Hidup Bersama Covid-19 Selama Beberapa Tahun
"Nah itu dilakukan tes cepat, dari 203 orang ada 131 yang reaktif hasilnya," ujar Anas.
Menurut Anas, ratusan WNI tersebut sudah dites sebelumnya dan dinyatakan reaktif sebelum tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
"Berdasarkan informasi dari perwakian pemerintah di Amerika, maka beberapa penumpang tersebut waktu dites menunjukan reaktif dengan tes cepat," tutur Anas.
Setelah diketahui pendaratan pesawat carter tersebut berisiko tinggi penularan, Anas pun berkoordinasi dengan Bandara Soekarno-Hatta untuk dilakukan pendaratan di parkir khusus.
Pesawat yang membawa 203 WNI tersebut kemudian ditempatkan di remote area untuk dilakukan pemeriksaan awak penumpang yang lebih teliti.
Baca: Soal Antrean di Bandara, Menko PMK Muhadjir Effendy: Saya Meminta Maaf, Tetapi Mohon Dimaklumi
Baca: Viral Foto Antrean di Bandara Soekarno-Hatta, Pihak Angkasa Pura II Beri Penjelasan
"Di bandara kita punya rencana konsinyensi, dalam kondisi rutin bisa dilakukan apabila ada penerbangan yang berisiko.
Parkirnya di area tertentu di area juliet," tutur dia.
Setelah itu, 203 penumpang tersebut dilakukan rapid test di ruangan darurat atau emergency hall yang ada di parkir remote area Bandara Soekarno-Hatta
Mereka yang reaktif Covid-19 dibawa ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet dan Asrama Haji Pondok Gede untuk dilakukan tes lanjutan, yakni swab test.
Jumlah tersebut meningkat empat kali lipat dari data terakhir pada 7 Mei 2020 lalu.
Baca: WHO Peringatkan Pemicu Covid-19 Sulit Diberantas dan Hilang Meski Ada Vaksin
Baca: Presiden Jokowi Minta Rakyat Indonesia Bersiap Hadapi Era Normal Baru
Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, data WNI repatriasi dari 2 April sampai dengan 7 Mei 2020 hanya ada 40 kasus reaktif Covid-19 saat dilakukan rapid test.