Kurang Disiplin Protokol Kesehatan, 2 Orang di Salatiga Positif Covid-19 Setelah Berjaga Ronda Malam

Dua orang di Salatiga yang berjaga di pos ronda malam terkonfirmasi positif Covid-19, diduga karena tidak disiplin protokol kesehatan.


zoom-inlihat foto
pasar-kobong-semarang-rapid-tes.jpg
Tribun Jateng/Iwan Arifianto
Petugas melakukan rapid test corona terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Kobong Semarang, Jumat (22/5/2020) malam.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Langkah pencegahan penyebaran pandemi virus Corona juga dilakukan swadaya bersama oleh masyarakat.

Kegiatan jaga kampung atau pos ronda ditingkatkan seiring bertujuan untuk mengurangi laju perpindahan warga antar kampung.

Meski begitu, protokol Covid-19 tetap harus dijalankan agar tetap bertujuan mencegah penyeraban virus, termasuk dalam kegiatan di pos ronda atau pos jaga Covid-10 di kampung atau desa.

Jangan sampai justru kegiatan berjaga skala kampung atau desa tersebut menjadi klaster penyebaran baru, seperti yang terjadi di Salatiga, Jawa Tengah.

Pemerintah Kota Salatiga mengumumkan tambahan dua kasus positif virus corona baru atau Covid-19 pada Jumat (29/5/2020).

Kasus baru itu berasal dari Klaster Cempaka, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Ilustrasi pasien Covid-19 sedang dirawat di RS
Ilustrasi pasien Covid-19 sedang dirawat di RS (Grid.id)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida mengatakan, pasien baru itu berusia 68 tahun dan 30 tahun.

Kedua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tertular akibat kegiatan jaga ronda malam.

Baca: Pemeriksaan SIKM Bakal Diperpanjang hingga Status Darurat Bencana Nasional Pandemi Covid-19 Dicabut

Baca: Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Akan Dikarantina dan Harus Bayar Sendiri Biaya Tes Covid-19

Baca: Waspada, WHO Peringatkan Puncak Kedua Pandemi Virus Corona Lebih Berbahaya Dibanding yang Pertama

"Mereka berjenis kelamin laki-laki dan penularannya berasal dari aktivitas jaga malam atau ronda," kata Siti dikutip dari laman Kompas.com dengan judul Update Covid-19 Salatiga: Tambah 2 Kasus Positif, Tertular Saat Ronda.

Siti mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, termasuk saat ronda.

Masyarakat diminta menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu, saat terpaksa keluar rumah.

Selain itu, masyarakat harus menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir.

Menurut Siti, pedagang dan pengunjung Pasar Pagi Salatiga menjalani rapid test virus corona baru atau Covid-19.

Hal itu dilakukan saat pembukaan pasar setelah ditutup selama lima hari.

Petugas melakukan rapid test corona terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Kobong Semarang, Jumat (22/5/2020) malam.
Petugas melakukan rapid test corona terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Kobong Semarang, Jumat (22/5/2020) malam. (Tribun Jateng/Iwan Arifianto)

“Sebelumnya sudah ditemukan satu pedagang pasar pagi dari Kabupaten Semarang yang positif."

"Kemudian ada lagi satu pedagang dari Salatiga yang positif terkena virus dari Pasar Kobong Semarang."

"Pergerakannya, orang tersebut kulakan (beli barang) di Pasar Kobong Semarang kemudian berdagang di Pasar Pagi,” jelasnya.

Dari 163 orang yang menjalani rapid test virus corona, sembilan orang dinyatakan reaktif.

“Setelah diketahui asal kelompoknya, jika orang tersebut berasal dari Kota Salatiga maka akan segera kita lakukan swab sesuai jadwal puskesmas wilayah masing-masing."

"Nantinya, puskesmas juga yang akan melanjutkan contact tracing,” jelasnya.

Baca: Tetap 13 Juli 2020, Ini Alasan Kemendikbud Tak Mundurkan Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi Corona

Baca: Hand Sanitizer atau Tisu Antiseptik, Manakah yang Lebih Efektif Bunuh Virus Corona?

Baca: Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Langgar Perbatasan, demi Cegah Penyebaran Corona

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji akan menghubungi pedagang atau pembeli yang dinyatakan reaktif setelah menerima hasil rapid test dari Dinas Kesehatan.

"Untuk yang hasilnya reaktif, wajib menjalani isolasi terlebih dulu," jelasnya.

Sebanyak 45 kasus positif Covid-19 tercatat di Kota Salatiga hingga Jumat (29/5/2020).

Sebanyak 15 pasien dinyatakan sembuh dan 30 pasien dirawat.

Update Covid-19 di Indonesia

Pemerintah mengumumkan, kasus positif Covid-19 per Kamis (28/5/2020) pukul 12.00 WIB, bertambah menjadi 24.538.

Data menunjukkan bahwa dalam 24 jam, kasus positif Covid-19 bertambah 687.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Kamis sore.

Sementara itu, Yuri menuturkan, jumlah pasien yang sembuh bertambah 183 orang.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.com/Dian Erika
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).KOMPAS.com/Dian Erika (KOMPAS.com/Dian Erika)

"Sehingga total menjadi 6.240 orang," ucap Yuri.

Adapun dari total kasus positif, sebanyak 1.496 pasien Covid-19 meninggal dunia.

Angka ini didapat dari hasil penambahan selama 24 jam terakhir, yakni 23 pasien.

Penambahan Tertinggi di Jawa Timur Yuri mengatakan, penambahan kasus tertinggi terjadi di Jawa Timur.

Terhitung sejak Rabu (27/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada 171 kasus baru di provinsi tersebut.

"Kalau kita lihat Jawa Timur saat ini memang paling tinggi," kata Yuri.

Meski mencatatkan penambahan kasus terbanyak, jumlah kasus baru di Jawa Timur hari ini lebih sedikit dibandingkan data pada Rabu kemarin.

"Kemarin 199 (kasus baru), sekarang menjadi 171."

"Artinya ada penurunan dibanding dengan kemarin," ujar Yuri.

(Tribunnewswiki.com/Ris)





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved