Amerika Serikat Cabut Status Istimewa Hong Kong: Bukan Lagi Daerah Otonom dan China Kena Getahnya

Hong Kong kini tak lagi mendapat perlakuan khusus dari Amerika Serikat, sebagai langkah menekan China secara politik dan ekonomi.


zoom-inlihat foto
hong-kong-night.jpg
aparturetours.com
Suasana Hong Kong di malam hari.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perseteruan Amerika Serikat (AS) vs China menapaki eskalasi terbaru.

Setelah perang dagang, saling lempar kesalahan soal pandemi Covid-19 hingga menyeret nama organisasi kesehatan dunia (WHO), ketegangan antara Washington dan Beijing memasuki babak lanjutan.

Kali ini adalah soal status istimewa Hong Kong dihadapan Amerika Serikat.

Status Hong Kong kini mendapat pukulan keras dari negeri Paman Sam tersebut.

Pemerintahan Trump menginformasikan kepada Kongres AS pada hari Rabu (27/05/2020), bahwa negara kota itu bukan lagi daerah otonom dari China.

Dampaknya pun luar biasa karena secara administratif dan legal akan mencabut Hong Kong dari hak istimewanya sebagai pusat keuangan global dalam aktivitas ekonomi dan bisnis Amerika Serikat selama ini.

Victoria Harbour, Hong Kong.
Victoria Harbour, Hong Kong. (Hong Kong Tourism Board)

Hal itu pun juga akan turut memukul China, mengingat Hong Kong sudah lama menjadi gerbang bagi China untuk masuk ke dalam perdagangan dan bisnis internasional. 

Dan tujuan Washington mencabut status istimewa Hong Kong adalah semata-mata untuk memberi efek negatif tersendiri bagi China.

Melansir South China Morning Post, penilaian ini merupakan langkah penting AS dalam memutuskan apakah Hong Kong akan terus menerima perlakuan ekonomi dan perdagangan istimewa dari Washington atau tidak.

Baca: Semakin Panas, Amerika Serikat Kini Minta Para Sekutunya Batalkan Proyek Besar dengan China

Baca: Di Tengah Tekanan dari Amerika Serikat, China Dongkrak Anggaran Militer sebesar 2.645 Triliun

Baca: Klaim Miliki Lembah Sungai Galwan, China Serbu Garis Pertahanan India dengan 10.000 Pasukan Militer

"Tidak ada orang yang memiliki alasan yang dapat menyatakan hari ini bahwa Hong Kong mempertahankan otonomi tingkat tinggi dari China, mengingat fakta di lapangan," jelas Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.





Halaman
123
Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved