Semakin Panas, Amerika Serikat Kini Minta Para Sekutunya Batalkan Proyek Besar dengan China

Panasnya hubungan China dan Amerika Serikat semakin meningkat pasca Washington meminta sekutu untuk membatalkan proyek-proyek dengan China.


zoom-inlihat foto
chn-vs-us-or-xi-jinping-vs-trump.jpg
kompasiana.com
Presiden China. Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin memanas.

Setelah perang dagang, virus Corona pun menjadi bumbu perseteruan antara dua negara adidaya tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat (AS) meminta para sekutu-sekutunya untuk memutuskan hubungan dengan China di bidang-bidang dengan risiko keamanan.

Melansir The Jerusalem Post, seorang pejabat Amerika Serikat dengan pengetahuan pembicaraan tentang masalah tersebut mengungkapkan permintaan dari Washington itu terhadap sekutu-sekutunya.

Permintaan Washington itu memaksa Israel memilih perusahaan lokal untuk membangun pabrik desalinasi terbesar di dunia, dibandingkan menjalin kerjasama dengan perusahaan asal China.

Sehingga pembatalan kerjasama dengan China itu akan membuat hubungan Amerika Serikat dan Israel terjaga.

Israel sendiri tentu tidak menginginkan muncul konflik atau pertikaian dengan Pemerintahan Donald Trump akibat partisipasi kerjasama China dalam proyek infrastruktur raksasa tersebut.

Pemerintah Israel mengumumkan pemilihan perusahaan lokal dalam proyek pabrik desalinasi yang akan berada di Kibbutz Palmachim dan menelan biaya lebih dari 5 miliar Shekel baru Israel pada Selasa (26/05/2020).

Baca: Amerika Serikat Putuskan Blacklist Puluhan Perusahaan China Pasca Terlibat Diskriminasi Etnis Uighur

Baca: Klaim Miliki Lembah Sungai Galwan, China Serbu Garis Pertahanan India dengan 10.000 Pasukan Militer

Baca: Amerika Simpan Senjata Kiamat di Bawah Tanah, Mungkin Dikeluarkan saat Perang Dunia III Terjadi?

Amerika Serikat secara khusus menandai kemungkinan keterlibatan Hutchison dalam pembangunan pabrik desalinasi.

Selain jadi proyek infrastruktur penting bagi Israel, pabrik itu dekat dengan Sorek Nuclear Center dan Pangkalan Udara Palmachim.

Kekhawatiran AS tentang keterlibatan perusahaan-perusahaan China dalam proyek-proyek infrastruktur utama di Israel dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena kemampuan operasi-operasi Tiongkok untuk mengumpulkan data dan informasi intelijen sambil bekerja pada mereka.

Kecemasan negeri paman Sam lainnya adalah kerugian ekonomi, sosial, dan lingkungan yang besar, dan bahkan korban jiwa.

Presiden AS Donald Trump berbicara tentang COVID-19, yang dikenal sebagai coronavirus, setelah menandatangani Proklamasi untuk menghormati Hari Perawat Nasional di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 6 Mei 2020.
Presiden AS Donald Trump berbicara tentang COVID-19, yang dikenal sebagai coronavirus, setelah menandatangani Proklamasi untuk menghormati Hari Perawat Nasional di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 6 Mei 2020. (SAUL LOEB / AFP)

Hal buruk demikian bisa muncul jika infrastruktur tersebut rusak.

Bahkan, selama perjalanannya ke Israel pada 13 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo telah meminta Tel Aviv untuk mempertimbangkan kembali beberapa proyek bersama dengan China

Hanya, pernyataan resmi dari Kementerian Keuangan, Kementerian Energi, dan Kementerian Sumber Daya Air Israel tidak menyebutkan Hutchison atau China dan hanya menyatakan, Kadima yang bermitra dengan Bank Leumi sebagai pemenang tender proyek pabrik desalinasi tersebut.

Tekanan baru-baru ini dari Amerika Serikat terhadap para sekutunya menandai eskalasi dari pertikaian yang meningkat antara Washington dan Beijing dengan bumbu-bumbu berupa pandemi virus corona, Taiwan dan juga Hong Kong.

Presiden Donald Trump, misalnya, berulang kali menyalahkan China atas penyebaran virus Corona ke seluruh dunia saat ini.

"Mereka (China) bisa dengan mudah menghentikan wabah, tetapi mereka tidak!" kicau Trump pekan lalu. 

Awal bulan ini, Pompeo mengatakan kepada This Week, program acara ABC, ada "bukti besar" bahwa virus corona berasal dari laboratorium China di Wuhan, tempat asal wabah itu.

Tapi, China berulang kali membantah semua tudingan dari Amerika Serikat tersebut.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved