Untuk Pertama Kalinya, Hong Kong Menggunakan Paru-paru Buatan untuk Mengobati Pasien Covid-19

Hingga Jumat (10/4/2020), jumlah kasus virus corona di Hong Kong adalah sebanyak 990 kasus.


zoom-inlihat foto
harga-masker-naik-karena-corona-virus-3.jpg
Bloomberg via SCMP
Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. (Bloomberg via SCMP)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Paru-paru buatan telah dipasang pada pasien virus corona atau Covid-19 untuk pertama kalinya di Hong Kong.

Hal tersebut diungkapkan oleh para pejabat kesehatan Hong Kong pada Jumat (10/4/2020), di saat Hong Kong mengonfirmasi 16 kasus virus corona baru pada hari itu.

Dilansir oleh South China Morning Post, perangkat prostetik tersebut dipasangkan pada seorang pasien wanita berusia 75 tahun yang sedang kritis dan kondisinya menurun pada Jumat.

Perangkat prostetik berguna untuk memberikan dukungan hidup kepada pasien dengan gagal napas dan juga dikenal sebagai oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) .

Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern di Chai Wan tersebut diketahui telah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dan Kanada pada bulan Februari dan menunjukkan gejala Covid-19 mulai 24 Maret 2020.

“Dia (pasien) mengandalkan ventilator untuk membantu pernapasan tetapi kondisinya memburuk. Dokter hari ini memutuskan untuk menggunakan ECMO sebagai bagian dari perawatan. Operasi [perangkat] akan dipantau oleh panel ahli,” kata Dr Sara Ho Yuen-ha, pejabat otoritas rumah sakit tempat pasien tersebut dirawat.

Baca: Perusahaan Biofarma China Cari 500 Relawan untuk Uji Coba Vaksin Virus Corona Tahap Kedua

Baca: WHO Nyatakan Virus Corona sebagai Pandemi, Pejabat Kesehatan Hong Kong: Itu Tidak Mengubah Apapun

Orang-orang yang memakai masker wajah tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan untuk mengambil salah satu kereta pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei, China awal pada 8 April 2020. Di Hong Kong, pasien corona ada yang dipasangi paru-paru buatan. NOEL CELIS / AFP
Orang-orang yang memakai masker wajah tiba di Stasiun Kereta Api Hankou di Wuhan untuk mengambil salah satu kereta pertama yang meninggalkan kota di provinsi Hubei, China awal pada 8 April 2020. Di Hong Kong, pasien corona ada yang dipasangi paru-paru buatan. NOEL CELIS / AFP (NOEL CELIS / AFP)

“Responsnya setelah diberikan oksigen yang sangat pekat tidak memuaskan. Kami menggunakan ventilator untuk membantu pernapasannya dan juga obat antivirus akan membantunya pulih,” kata Ho.

Ho mengatakan, rumah sakit umum memiliki 20 perangkat yang tersedia, yang menyediakan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida dari darah.

Profesor David Hui Shu-cheong, seorang ahli pengobatan pernapasan di Universitas China mengatakan, paru-paru buatan adalah tindakan sementara untuk membantu menyediakan oksigen bagi pasien yang menderita gagal pernapasan karena pneumonia yang serius.

Ia juga menambahkan, alat tersebut digunakan ketika ventilasi mekanik tidak mencukupi.

"Ini akan memberi waktu bagi paru-paru untuk pulih secara bertahap," kata Hui, seraya menambahkan bahwa pengobatan itu telah digunakan pada pasien Covid-19 di China daratan dan Singapura.

“20 perangkat ECMO yang tersedia di kota itu "lebih dari cukup karena sangat sedikit kasus yang membutuhkannya", kata Hui.

Ia menambahkan, hanya ada 25 pasien yang dirawat di unit perawatan intensif dari total lebih dari 900 kasus di kota itu, yang sebagian besar sembuh setelah intubasi dan perwatan lainnya.

Baca: China Buka Lockdown Kota Wuhan, Disambut Pertunjukan Cahaya yang Didedikasikan untuk Petugas Medis

Baca: Tembus Angka 8 Ribu, Trump Sebut Kematian Akibat Covid-19 di AS Akan Lebih Banyak Lagi Pekan Depan

Penempatan ECMO Hong Kong yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pasien Covid-19 datang ketika jumlah total yang terinfeksi di kota itu mendekati angka 1.000 kasus.

Dr Chuang Shuk-kwan, kepala cabang penyakit menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan pada konferensi pers mengatakan, hari Jumat adalah hari yang langka dimana pada hari ini semua sumber dari 16 infeksi baru dapat dilacak.

Sebanyak 15 dari kasus yang dikonfirmasi memiliki riwayat perjalanan.

Sedangkan satu-satunya infeksi lokal adalah seorang pria berusia 28 tahun dan terkait dengan kunjungan pacarnya ke bar All Night Long di Tsim Sha Tsui.

Tetapi Chuang mengatakan meskipun jumlah kasus baru yang terus berjalan relatif sedikit, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa epidemi dapat berhasil diatasi.

“Untuk banyak kasus yang dikonfirmasi sebelumnya, kami masih tidak dapat melacak sumber infeksi mereka. Tapi kami menjadi kurang khawatir karena tidak ada penyebaran penyakit baru di masyarakat, ”katanya.

Baca: Hapus Desain Sepatu Bertema Protes di Hong Kong dari Kompetisi, Vans Diboikot Pendemo

Baca: Surat Terbuka Akademisi China, Minta Amerika Serikat dan China Bersatu Hadapi Pandemi Covid-19

"Kami masih mengandalkan sistem pengawasan dan publik untuk tetap waspada."





Halaman
12
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved