Kominfo dan BSSN Bakal Tindaklanjuti Dugaan Peretasan di Situs KPU dan Kebocoran Data Kependudukan

Sebagai tindak lanjut Kominfo, KPU bersama BSSN, akan segera melakukan peningkatan keamanan dan menelusuri penyebab kejadian ini.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-hackerrrr.jpg
Pixabay
Ilustrasi Hacker


Sebagai tindak lanjut Kominfo, KPU bersama BSSN, akan segera melakukan peningkatan keamanan dan menelusuri penyebab kejadian ini.

TRIBUNNEWSWIKI.COM Jutaan data kependudukan milik Komisi Pemilihan Umum diduga diretas oleh hacker.

Menandaklanjuti hal tersebut Kementerin Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan melakukan penyelidikan terkait dugaan bocornya data milik KPU tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate ketika dihubungi wartawan, Jumat (22/5/2020).

Dikutip dari Kompas.com, penyelidikan teknis tersebut diakukan melalui koordinasi antara KPU, Kementerian Kominfo, dan Badan Siber dan Dandi Negara.

"Saya sudah berbicara dengan Ketua KPU RI Arief Budiman dan akan ditindaklanjuti.

Penyelidikan dilakukan untuk menjaga perlindungan data, khususnya data pribadi," kata Johnny saat dihubungi wartawan, Jumat.

Johnny mengatakan, dalam melaksanakan Undang-Undang Pemilihan Umum, pemerintah berkewajiban menyerahkan perkiraan data penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih kepada KPU Pusat.

Oleh sabab itu, mekanisme pengiriman, pengolahan, penyimpanan, dan pengungkapan data calon pelilih perlu diperhatikan keamanannya.

Baca: Jutaan Data Kependudukan Diduga Bocor, Kemendagri Sebut Server E-KTP Masih Aman

Baca: Terkait Dugaan Kebocoran Data Kependudukan di DPT Pemilu, KPU: Softfile Data Bersifat Terbuka

Johnny G Plate, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).
Johnny G Plate, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018). (KOMPAS.com/Devina Halim)

"Sebagai tindak lanjut Kominfo, KPU bersama BSSN, akan segera melakukan peningkatan keamanan dan menelusuri penyebab kejadian ini," kata Johnny.

Penyelidikan tersebut tak hanya dilakukan secara teknis melalui security system, tetapi juga sangat dibutuhkan payung hukum yang memadai.





Halaman
123
Penulis: saradita oktaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved