Candi Jago

Candi Jago merupakan candi yang dibangun sebagai bangunan untuk penghormatan bagi Raja Singasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana.


zoom-inlihat foto
candi-jago-2.jpg
Tripadvisor.com
Candi jago berlatar agama Buddha Tatrayana yang dibangun pada masa Kerajaan Singasari pada abad ke-13.

Candi Jago merupakan candi yang dibangun sebagai bangunan untuk penghormatan bagi Raja Singasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Candi Jago merupakan candi bercorak agama Budha yang terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Candi Jago berasal dari kata Jajaghu, menurut kitab Negarakertagama pupuh 41:4 dan Pararaton, yang artinya keagungan.

Candi ini diperkirakan didirikan pada masa Kerajaan Singasari pada abad ke-13.

Arti nama Jago yang diambil dari kata 'Jajaghu' juga mempunyai makna tempat suci.

Candi jago berlatar agama Buddha Tatrayana.

Ciri dari agama Buddha Tatrayana adalah arcanya yang berbentuk amoghapasa, bentuk Tatris dari awaloketeswara disertai pengiring-pengiringnya.

Arca tersebut merupakan arca dari perwujudan dari raja keempat singasari yang bernama Raja Wisnuwardhana, yang meninggal tahun 1190 Saka (1280 Masehi).

Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian saja.

Menurut cerita setempat, bagian atas candi tersebut remuk karena tersambar petir.

Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui juga di candi ini.

Secara keseluruhan bangunan Candi ini tersusun atas bahan batu andesit.

Pada candi inilah Adityawarman, seorang Raja Melayu, kemudian menempatkan Arca Manjusri seperti yang disebut pada Prasasti Manjusri.

Sekarang Arca ini tersimpan di Museum Nasional dengan nomor inventaris D. 214. (1)

Baca: Candi Gunung Gangsir

Baca: Candi Bajangratu

Baca: Candi Badut

  • Sejarah


Menurut kitab Negarakertagama dan Pararaton, pembangunan Candi Jago berlangsung sejak tahun 1268 M sampai dengan tahun 1280 M.

Candi ini dibangun sebagai penghormatan bagi Raja Singasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana.

Walaupun dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari, disebut dalam kedua kitab tersebut bahwa Candi Jago selama tahun 1359 M merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit.

Keterkaitan Candi Jago dengan Kerajaan Singasari terlihat juga dari pahatan padma (teratai), yang menjulur ke atas dari bonggolnya, yang menghiasi tatakan arca-arcanya.

Motif teratai semacam itu sangat populer pada masa Kerajaan Singasari.

Yang perlu dicermati dalam sejarah candi adalah adanya kebiasaan raja-raja zaman dahulu untuk memugar candi-candi yang didirikan oleh raja-raja sebelumnya.

Diduga Candi Jago juga telah mengalami pemugaran pada tahun 1343 M atas perintah Raja Adityawarman dari Melayu yang masih memiliki hubungan darah dengan Raja Hayam Wuruk. (2)

Baca: Candi Barong

Baca: Candi Kedulan

Baca: Candi Selogriyo

  • Bentuk Bangunan


Saat ini, Candi Jago masih berupa reruntuhan yang belum dipugar.

Keseluruhan bangunan candi berbentuk segi empat dengan luas 23 x 14 meter.

Atap candi ini sebagian sudah hilang karena disambar oleh petir, sehingga tinggi bangunan aslinya tidak dapat diketahui dengan pasti.

Diperkirakan bahwa tinggi candi ini secara keseluruhan mencapai 15 meter.

Bangunan candi menghadap ke barat, berdiri di atas batur setinggi sekitar 1 meter dan kaki candi yang terdiri atas 3 teras bertingkat.

Candi Jago dipenuhi dengan panel-panel relief yang terpahat rapi mulai dari kaki sampai ke dinding ruangan teratas.

Hampir tidak terdapat bidang yang kosong, karena semua terisi dengan aneka ragam hiasan dalam jalinan cerita-cerita yang mengandung unsur pelepasan kepergian cerita saat itu.

Hal ini menguatkan dugaan bahwa pembangunan Candi Jago berkaitan erat dengan wafatnya Sri Jaya Wisnuwardhana.

Sesuai dengan agama yang dianut oleh Raja Wisnuwardhana, yaitu Syiwa Buddha, maka relief pada Candi Jago mengandung ajaran Hindu maupun Buddha. (3)

Candi Jago
Candi Jago merupakan candi yang pembangunannya berkaitan erat dengan wafatnya Sri Jaya Wisnuwardhana

  • Lokasi dan Akses


Candi Jago berada di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang atau berjarak 22 km ke arah timur dari pusat Kota Malang.

Objek wisata ini dibuka sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB tanpa perlu membayar untuk tiket masuknya.

Fasilitas yang terdapat di area candi ini cukup lengkap, yakni terdiri dari:

Lahan Parkir

Warung Makan

Toilet Umum

Gazebo Pengunjung

Tempat Penginapan

Untuk mencapai tempat ini, pengunjung bisa datang melalui arah pusat Kota Malang yang berjarak 22 km.

Jika dari kota Malang, pengunjung bisa datang melalui jalan Madyopuro – Cemorokandang – kecamatan Pakis – Tumpang atau bisa dengan mengikuti jalan Laksda Adisucipto (jalan menuju bandara).

Setelah itu melewati Pakis hingga masuk Tumpang.

Ikuti terus jalan utama hingga tiba di Pasar Tumpang yang berada di pusat kecamatan Tumpang.

Candi Jago terletak kurang lebih 500 meter dari Pasar Tumpang.

Bagi pengunjung yang ingin naik angkutan umum bisa ke Terminal Arjosari dan naik angkutan umum Malang – Tumpang hingga tiba di Pasar Tumpang.

Pengunjung juga bisa naik ojek Pasar Tumpang atau berjalan kaki kurang lebih 10 menit. (4)

(TribunnewsWiki.com/Restu)


Nama Candi Candi Jago
Lokasi Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang
Google Map https://goo.gl/maps/dBgvcQ2JZfQvaJsq7
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. candi.perpusnas.go.id
3. www.tempatwisata.pro


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved