Candi Gunung Gangsir

Candi Gunung Gangsir diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu sekitar abat ke-11 M.


zoom-inlihat foto
candi-gunung-gangsir.jpg
ihategreenjelo.com
Candi Gunung Gangsir

Candi Gunung Gangsir diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, yaitu sekitar abat ke-11 M.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Candi Gunung Gangsir adalah sebuah candi yang terletak di Dukuh Kebon Candi, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Nama candi ini masih merupakan mitos penduduk sekitar

Namun menurut pendapat penduduk sekitar, nama 'gunung' diambil dari keberadaan bangunan candi ini pada masa lampau yang dilingkupi oleh gunung.

Sedangkan kata gangsir, diambil dari Bahasa Jawa "nggangsir" berarti menggali lubang di bawah permukaan tanah.

Menurut keterangan penduduk, nama ini muncul ketika pada suatu saat ada seseorang yang berusaha 'menggangsir' gunung ini untuk mencuri benda-benda berharga di dalam bangunan candi ini.

Maka dikenal lah bangunan candi ini dengan nama Candi Gunung Gangsir. (1)

Candi Gunung Gangsir terletak di Desa Gunung Gangsir Kecamatan Beji, sekitar 18 km dari kota Pasuruan. (2)

Candi ini sebenarnya bernama bernama Candi Keboncandi, namun karena letaknya di Desa Gunung Gangsir, maka masyarakat setempat menyebutnya Candi Gunung Gangsir.

Candi ini konon dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga, sekitar abat ke-11 M.

Walaupun diperkirakan berasal dari masa yang lebih awal sebelum masa pemerintahan Singasari, Candi Gunung Gangsir dibangun menggunakan bahan batu bata, bukan batu andesit.

Menurut masyarakat sekitar, Candi Gunung Gangsir dibangun sebagai penghormatan kepada Nyi Sri Gati, yang dijuluki Mbok Randa Derma (janda murah hati), atas jasanya dalam membangun masyarakat pertanian di daerah itu.

Baca: Candi Bajangratu

Baca: Candi Badut

Baca: Candi Kedulan

  • Sejarah


Menurut cerita yang beredar di masyarakat, Candi Gunung Gangsir merupakan tugu peringatan atas keberhasilan Nyi Sri Gati (Mbok Rondo Darmo) dalam keberhasilannya bercocok tanam.

Nyi Sri Gati atau yang lebih terkenal dengan sebutan Mbok Rondo Darmo ini seorang perempuan yang tidak diketahui dari mana asalnya.

Semasa hidupnya, Mbok Rondo Darmo ini mengajak para boro meminta petunjuk kepada Hyang Widi untuk mengatasi bahan makanan yang semakin berkurang pada saat itu.

Sehingga suatu ketika datang hewan sebangsa burung gelatik yang membawa padi dan kulit kepadanya.

Padi tersebut ternyata tidak berbuah padi melainkan berbuah batu permata yang menyebabkan Nyi Sri Gati menjadi kaya raya.

Hingga akhirnya, ia terkenal dengan sebutan Mbok Rondo Darmo yang murah hati membantu warga sekitar. (3)

Baca: Candi Gebang

Baca: Candi Barong

  • Bangunan Candi


Candi Gunung Gangsir belum pernah mengalami pemugaran secara menyeluruh, walaupun secara keseluruhan bangunan Candi Gunung Gangsir masih megah berdiri.

Konon candi ini mengalami kerusakan berat pada zaman penjajahan Jepang.

Banyak hiasan pada dinding candi yang diambil oleh tentara Jepang untuk membiayai perang.

Setelah Jepang berlalu, penduduk melakukan perbaikan sekedarnya tanpa didasari dengan pengetahuan yang memadai tentang pemugaran candi.

Beberapa potongan bata atau hiasan dinding terlihat sangat berbeda dengan tempatnya menempel.

Kaki candi berbentuk segi empat dengan dengan ukuran sekitar 15 x 15 meter persegi dengan tinggi bangunan mencapai sekitar 15 m.

Di dalam tubuh candi terdapat ruangan yang konon cukup luas yang mampu menampung 50 orang.

Pintu masuk ke ruangan tersebut terletak di sebelah barat, berjarak sekitar 5 m dari tanah. (4)

Bangunan candi ini diketahui terbuat dari batu bata yang bukan andesit. (5)

Candi ini memiliki 4 lantai, dengan dua lantai dasar yang merupakan tubuh dan atap candi yang sebenarnya.

Denah lantai dasar merupakan segi empat dengan sebuah tonjolan pada sisi timur, berlawanan arah dengan keletakan tangga.

Denah tubuh dan atap candi juga berbentuk segi empat, tetapi pada bagian ini keempat sisi dinding tubuh candi memiliki sebuah bidang tonjolan yang ramping.

Namun sekarang kondisi candi ini sudah berubah jadi runtuhan bangunan.

Hampir semua sudut pada lantai-lantai candi dalam keadaan rusak, begitu juga pada bagian-bagian yang horisontal.

Sedangkan bagian puncak candi telah hilang.

Akibat kerusakan ini, bangunan candi Gunung Gangsir tampak seperti bentuk piramida yang telah terpotong bagian atapnya.

Saat ini atap candi berbentuk melengkung dengan ujung tumpul seperti puncak gunung.

Bagian puncak atap sudah hancur, namun masih terlihat lapik penyangga puncak atap. 

Dari belakang, bangunan candi tampak seperti bukit kecil yang terbuat dari batu bata.

Candi Gununggangsir
Candi Gunung Gangsir merupakan candi yang diperkirakan dibangun pada masa kejayaan Airlangga.

  • Lokasi dan Akses


Candi Gununggangsir yang berdiri tegak di Desa Keboncandi, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Keberadaan Candi Gununggangsir sendiri sudah mengalami pemugaran yang dilakukan oleh pihak Dinas Purbakala dengan memakan waktu 9 tahun lamanya.

Pemugaran tersebut dimulai pada tahun 2004 dan selasai pada akhir tahun 2013 lalu.

Bagi Anda yang ingin melihat langsung salah satu situs sejarah kejayaan Majapahit ini, lokasi Candi Gununggangsir dari arah Surabaya sekitar 55 Kilometer.

Sementara dari arah Pasuruan atau dari Pusat Kota Bangil hanya berjarak 15 Kilometer. (6)

(TribunnewsWiki.com/Restu)


Nama Candi Candi Gunung Gangsir
Lokasi Desa Keboncandi, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan
Google Map https://goo.gl/maps/v92oCp7npkgnPwY5A
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. candi.perpusnas.go.id
3. pasuruankabmuseumjatim.wordpress.com
4. www.wartabromo.com


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved