Candi Badut

Candi Badut merupakan Candi Syiwa yang ditemukan oleh seorang kontrolir Belanda bernama Maureen Brecher.


zoom-inlihat foto
candi-badut-jawa-timur2.jpg
malang-merdeka.com
Candi Badut diperkirakan menjadi candi tertua yang ada di Jawa Timur.

Candi Badut merupakan Candi Syiwa yang ditemukan oleh seorang kontrolir Belanda bernama Maureen Brecher.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Candi Badut adalah sebuah candi yang terletak di kawasan Tidar, di bagian barat kota Malang.

Secara administratif, Candi Badut terletak di dusun Karang Besuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Lokasi candi ini berada di dekat Universitas Ma Chung, sekitar 15 menit berjalan kaki dari kampus ke arah Timur.

Lokasi ini juga dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Tidar arah menuju Institut Teknologi Nasional.

Penamaan Candi Badut diduga berasal dari bahasa Sanskerta Bha-dyut yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya. (1)

Candi Badut merupakan candi peninggalan Kerajaan Kanjuruhan yang terletak di Kota Malang. (2)

Posisi candi ini berada di satu kompleks dengan perkampungan warga dengan akses jalan yang sedikit sempit.

Candi Badut disebut juga sebagai Candi Liswa.

Candi ini diperkirakan dibangun pada masa sebelum pemerintahan Airlangga.

Diduga, candi ini dibangun pada masa pembangunan candi-candi lain di Jawa Timur dan dianggap menjadi candi tertua.

Baca: Candi Kedulan

Baca: Candi Gebang

Baca: Candi Barong

  • Sejarah #


Sebagian ahli purbakala berpendapat bahwa Candi Badut dibangun atas perintah Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan.

Dalam Prasasti Dinoyo (tahun 682 Caka atau 760 M), yang ditemukan di Desa Merjosari, Malang, dijelaskan bahwa pusat Kerajaan Kanjuruhan adalah di daerah Dinoyo.

Prasasti Dinoyo sendiri saat ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta.

Tulisan dalam prasasti juga menceritakan tentang masa pemerintahan Raja Dewasimba dan putranya, Sang Liswa, yang merupakan masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan.

Kedua raja tersebut sangat adil dan bijaksana serta dicintai rakyatnya.

Konon Sang Liswa yang bergelar Raja Gajayana yang sangat senang melucu (bahasa Jawa: mbadhut) sehingga candi yang dibangun atas perintahnya dinamakan Candi Badut.

Walaupun terdapat dugaan semacam itu, sampai saat ini belum ditemukan bukti kuat keterkaitan Candi Badut dengan Raja Gajayana. (3)

Candi ini ditemukan pada tahun 1921 dalam keadaan runtuh dan hanya berupa gundukan dari reruntuhan bebatuan bercampur tanah. (4)

Orang yang memberitakan keberadaan candi ini adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir Belanda yang bekerja di Malang.

Candi Badut kemudian dibangun ulang pada tahun 1925-1927 di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda.

Dari hasil penggalian yang dilakukan sat itu, diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh kecual pada bagian kaki.

Baca: Candi Abang

Baca: Candi Pawon

 

  • Bentuk Bangunan #


Selain usianya yang diduga jauh lebih tua, didasarkan pada keterkaitannya dengan Kerajaan Kanjuruhan, terdapat ciri khas lain yang membedakan Candi Badut dari candi lain di Jawa Timur.

Yaitu pahatan kalamakara yang menghiasi ambang pintu utama candi.

Pada umumnya, relief kepala raksasa yang terdapat di candi-candi Jawa Timur dibuat lengkap dengan rahang bawah, namun kalamakara yang terdapat di Candi Badut dibuat tanpa rahang bawah.

Relief ini mirip dengan yang didapati pada candi-candi di Jawa tengah.

Tubuh candi Badut yang tambun juga lebih mirip dengan candi di Jawa Tengah.

Candi ini juga memiliki kemiripan dengan Candi Dieng (di Jawa Tengah) dalam hal bentuk serta reliefnya yang simetris.

Candi Badut diyakini sebagai candi Syiwa, walaupun sampai saat ini belum ditemukan arca Agastya di dalamnya.

Bangunan yang terbuat dari batu andesit ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m.

Batu ini sangat sederhana, tanpa hiasan relief dan membentuk selasar selebar sekitar 1 m di sekeliling tubuh candi.

Di sisi kanan bagian depan batur terdapat pahatan tulisan Jawa (hanacaraka) yang tidak jelas waktu pembuatannya.

Tangga menuju selasar di kaki candi terletak di sisi barat, tepat di hadapan pintu masuk ke ruang utama di tubuh candi.

Pada bagian luar dinding pengapit tangga terdapat ukiran yang sudah tidak utuh lagi, namun masih terlihat adanya pola sulur-sulur yang mengelilingi sosok orang yang sedang meniup seruling.
Jalan masuk ke garba graha (ruang dalam tubuh candi) dilengkapi dengan bilik penampil sepanjang sekitar 1,5 m.

Pintu masuk tersebut cukup lebar dengan hiasan kalamakara di atas ambang pintu.

Dalam tubuh candi terdapat ruangan seluas sekitar 5,53 x 3,67 meter persegi.

Di tengah ruangan tersebut terdapat lingga dan yoni, yang merupakan lambang kesuburan.

Pada dinding candi di sekeliling ruangan terdapat relung-relung kecil yang tampaknya semula berisi arca.

Dinding candi dihiasi dengan relief burung berkepala manusia dan peniup seruling.

Di keempat sisi tubuh candi juga terdapat relung-relung berhiaskan bunga dan burung berkepala manusia.

Di dinding luar sisi utara tubuh candi terdapat arca Durga Mahisasuramardini yang tampak sudah rusak.

Sedangkan, di sisi selatan seharusnya terdapat arca Syiwa Guru dan di sisi timur seharusnya terdapat arca Ganesha, namun keduanya sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Candi ini pernah dipugar di tahun 1925 – 1926, akan tetapi banyak bagian yang sudah hilang atau belum dapat dikembalikan ke bentuk asalnya.

Atap bangunan utama candi ini, saat ini sudah tidak ada di tempatnya.

Hanya pelipit di sepanjang tepi atas dinding yang masih tersisa.

Di bagian barat pelataran, yaitu di sisi kiri dan kanan halaman depan bangunan candi yang yang sudah dipugar, terdapat fondasi bangunan lain yang masih belum dipugar.

Masih banyak sekali onggokan batu bekas bangunan candi di sekeliling pelataran yang belum dapat di kembalikan ke tempatnya semula. (5)

Candi Badut Jawa Timur
Candi Badut merupakan Candi Syiwa yang berada di Jawa Timur.

  • Lokasi dan Akses #


Candi Badut memang bukan merupakan objek wisata utama di Kota Malang, namun soal fasilitas terbilang cukup lumayan.

Fasilitas yang tersedia di sana yakni kamar mandi umum, musala, dan kios makanan.

Untuk parkir kendaraan, Anda bisa meletakkannya di lapangan di samping kawasan candi.

Namun, Anda harus mengunci ganda kendaraan Anda untuk menjamin keamanannya, karena tidak ada tukang parkir.

Tiket masuk candi ini tidak dikenai tarif tertentu, anda hanya perlu membayar seikhlasnya.

Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya perawatan candi.

Bagi Anda yang ingin berkunjung menggunakan kendaraan umum, tak perlu khawatir karena terdapat angkot dengan kode AT yang rute akhirnya berlokasi dekat dengan candi ini.

Biaya naik angkot juga terbilang cukup murah.

Untuk sekali jalan, Anda cukup membayar sebesar Rp4.000 per orang.

Setelah naik angkot, lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 500 meter untuk sampai di candi ini.

Candi Badut buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Candi ini berlokasi di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (6)

(TribunnewsWiki.com/Restu)


Nama Candi Candi Badut
Lokasi Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Google Map https://goo.gl/maps/XEbQDpt7DVpWk1Qx6
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. sejarahbudayanusantara.weebly.com
3. candi.perpusnas.go.id
4. penginapan.net


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved