Ganjar Pranowo Tegaskan Warga Jateng untuk Lakukan Salat Idul Fitri di Rumah

Setelah beredar kabar hoaks, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan warga Jateng untuk melakukan salat idul fitri di rumah.


zoom-inlihat foto
ganjar-pranowo-soal-pasien-corona.jpg
Tribun Jateng/Fajar Baharuddin Ahmad
Ganjar Pranowo menegaskan warga Jateng untuk melakukan salat Idul Fitri di rumah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beredar kabar hoaks tentang pemberian izin untuk pelaksanaan salat Idul Fitri di Jawa Tengah.

Kabar tersebut beredar melalui pesan berantai di media sosial.

Dalam kabar tersebut menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan izin pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid atau di lapangan dengan beberapa persyaratan.

Diketahui, kabar hoaks tersebut ditandatangani oleh Sekda Jateng, Heru Setiadhie atas nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Namun, menanggapi kabar tersebut, melalui keterangan resmi, Heru Setiadhie menyebut bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoaks.

"Terkait berita tersebut saya tidak pernah merasa tanda tangan surat itu," kata Heru dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (17/5/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: MUI Sampaikan Adanya Pertentangan Kebijakan Pemerintah Saat Tangani Covid-19 di Masjid & Tempat Umum

Baca: Ganjar Pranowo Hubungi Pemilik Indekos yang Usir 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo

Ganjar Pranowo menegaskan agar masyarakat mematuhi aturan dari Kementerian Agama untuk melakukan salat Idul Fitri di rumah.

"Sebaiknya ikuti saja ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Majelis Ulama terus kemudian dari organisasi besar keagamaan," kata Ganjar.

Selain mengurangi mudarat, Ganjar mengatakan, untuk pelaksanaan salat Idul Fitri di rumah, Majelis Ulama Indonesia di Jawa Tengah telah mengeluarkan panduan bahkan teks khutbah yang bisa digunakan masyarakat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah.

"Kalau kemudian ini bisa dilaksanakan di tempat masing-masing menurut saya akan lebih bagus, maksudnya di rumah. Saya juga salat Idul Fitri di rumah," katanya.

Ganjar Pranowo dalam rapat terbatas Musrenbangnas 2020, Kamis (30/04/2020)
Ganjar Pranowo dalam rapat terbatas Musrenbangnas 2020, Kamis (30/04/2020) (Bidik layar YouTube Ganjar Pranowo)

Sementara itu, Ganjar juga menanggapi keputusan Pemerintah Kota Tegal yang berencana melaksanakan salat Idul Fitri di masjid agung setempat.

"Tadi pagi Pak Wakil Wali kota melaporkan penanganan Covid-19 tapi tidak bertanya soal itu kepada saya. Belum komunikasi dengan saya. Sebaiknya ikuti saja ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh Kementerian Agama," katanya.

Di samping itu, MUI melalui fatwanya telah memberikan tuntutan ibadah Salat Id bagi umat Islam di tengah pandemi Covid-19.

Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Pemerintah Siapkan Aturan Tegas terkait Salat Idul Fitri

Baca: Masa Pandemi Covid-19, PP Muhammadiyah Tiadakan Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Dalam fatwa MUI, umat Islam diperbolehkan Salat Id berjamaah di rumah masing-masing.

Terkait, Salat Id dilakukan secara virtual atau siaran streaming, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am memastikan hal itu tidak sah.

Dijelaskan oleh Asrorun, syarat dari salat berjemaah adalah berkumpul satu lokasi bersama imam dan makmum lain.

"Ketentuan syarat rukunnya jemaah itu absah ketika terjadi perkumpulan,"

"Namanya jemaah, jemaah itu kumpul. Nah, tidak mesti harus mendengar atau melihat," jelas Asrorun, dikutip dari WartaKota, Jumat (15/5/2020).

Sebagai contoh, Asrorun menjelaskan ketika orang yang tidak mendengar atau buta dinyatakan sah salat berjamaah jika berada satu lokasi dengan imam.

Sedangkan orang yang dapat melihat, salatnya tidak sah jika tidak berada di lokasi yang sama.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved