Masa Pandemi Covid-19, PP Muhammadiyah Tiadakan Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Salat Idulfitri di masa pandemi Covid-19.


zoom-inlihat foto
logo-muhammadiyah-33.jpg
http://muhammadiyah.or.id/
Di tengah masa pandemi covid 19, PP Muhammadiyah tiadakan salat idul fitri di masjid dan lapangan,FOTO: Logo Muhammadiyah


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan Salat Idulfitri di masa pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut menyatakan agar seluruh unsur Persyarikatan Muhammadiyah mengikuti fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid tentang Salat Ied tahun ini

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag berharap agar semua jajaran persyarikatan, pusat, wilayah, daerah, cabang ranting, ortom, aum dan lain sebagainya untuk turut serta mensosialisasikan tuntunan ini kepada umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Surat edaran tanggal 14 Mei 2020 tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nasir, M.Si selaku dan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. dengan dilampiri fatwa dari Majelis Tarjih dan Tajdid.

Baca: Muhammadiyah Tetapkan Idulfitri Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020, Begini Tata Cara Salat Ied di Rumah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Pesmaba Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/9/2019)(KOMPAS.COM/ANDI HARTIK)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri Pesmaba Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/9/2019)(KOMPAS.COM/ANDI HARTIK) (KOMPAS.COM/ANDI HARTIK)

“Kami berharap agar semua unsur persyarikatan melakukan konsolidasi sebaik-baiknya agar edaran ini bisa dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada kebijakan organisasi,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2020), dikutip Tribunnewswiki.com dari Tribun Jogja, Minggu (17/5/2020).

Lebih lanjut Agung mengatakan umat Islam perlu diberi pencerahan bahwa wabah pandemi Covid-19 ini adalah ancaman yang nyata terhadap kehidupan umat manusia.

Umat Islam diperintahkan untuk menghindarkan kemudharatan apalagi yang mengancam nyawa manusia.

Menurutnya, umat Islam juga perlu diajak untuk berempati kepada tenaga medis yang berjibaku mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan kehidupan.

Usaha untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah bentuk empati tersebut sekaligus upaya untuk menghilangkan kemudharatan.





Halaman
12
Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Archieva Prisyta






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved