Sering Makan Gorengan Saat Berbuka Puasa? Ternyata Buruk Bagi Kulit Lho

Terlalu banyak mengonsumsi gorengan untuk berbuka puasa ternyata mempunyai efek negatif bagi kesehatan kulit, apa saja penyebabnya? simak di bawah ini


zoom-inlihat foto
tempe-mendoan-1.jpg
sajiansedap.grid.id
Tempe mendoan modern (sajiansedap.grid.id)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menu berbuka puasa yang sering dihidangkan dan menjadi favorit banyak orang yakni gorengan.

Tidak hanya gorengan, makanan yang digoreng jika sering dikonsumsi untuk lauk berbuka puasa pun juga membawa dampak buruk.

Efek negatif yang muncul karena seringnya berbuka dengan gorengan yaitu berdampak pada kesehatan kulit.

Dilansir dari Kompas.com, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari RS Abdi Waluyo, Arini Astasari Widodo menjelaskan, dalam makanan-makanan yang digoreng ada banyak komponen yang dapat memberikan dampak pada kulit, antara lain disebabkan oleh:

1. Penyerapan lemak jenuh dan lemak trans

Lemak trans yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat meningkatkan respons peradangan, termasuk pada kulit.

Hasilnya, kulit menjadi lebih sensitif terjadi peradangan.

Hal ini perlu diwaspadai terutama oleh orang dengan kulit sensitif, bakat eksim atau autoimun.

Terlebih, bagi orang yang jarang mengonsumsi air putih, terlalu sering berbuka puasa dengan gorengan tanpa diimbangi dengan air putih juga bisa menyebabkan terkena dehidrasi.

Gehu adalah jenis gorengan tahu isi dari Bandung, Jawa Barat.
Gehu adalah jenis gorengan tahu isi dari Bandung, Jawa Barat. (Instagram/dhilasina)

Baca: Resep Sederhana Membuat Kolak Biji Salak Cocok Disajikan Sebagai Hidangan Berbuka Puasa

Baca: Resep Membuat Chicken Katsu Saus Donburi khas Jepang Untuk Sajian Nikmat Berbuka Puasa

Baca: Minum Banyak Air Putih Ternyata Ada Dampak Buruk, Inilah Takaran Air yang Harus Diminum Selama Puasa

2. Proses menggoreng

Proses menggoreng meningkatkan molekul AGE (advanced glycation end products) yang mengakibatkan kerusakan kolagen dan elastin sehingga memicu penuaan kulit.

Proses ini juga membutuhkan temperatur tinggi, sehingga meningkatkan jumlah trans fat dan membuat vitamin-vitamin yang berada di dalam makanan menjadi rusak, termasuk vitamin yang berguna untuk kulit.

"Selain itu, proses menggoreng meningkatkan senyawa kimia yang disebut sebagai acrylamide. Acrylamide dapat meningkatkan risiko kanker," ungkap Arini dalam sesi Kulwap media, Jumat (8/5/2020).

3. Kalori tinggi

Proses menggoreng dapat meningkatkan kalori makanan hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan makanan yang sama sebelum proses penggorengan.

Kalori tinggi bisa membawa dampak buruk terhadap kulit serta memicu sejumlah masalah kesehatan, seperti penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya.

Berbuka puasa dengan gorengan setiap harinya juga bisa meningkatkan resiko membuncitnya perut secara perlahan.

4. Tinggi sodium dan Indeks Glikemik

Bahan-bahan makanan yang digoreng tinggi kandungan garam (sodium) dan MSG.

Keduanya dapat menarik air, sehingga makanan yang tinggi kadar sodiumnya seperti makanan gorengan dapat memicu retensi cairan pada tubuh.

"Wajah dapat tampak “puffy”, sehingga cenderung tampak tidak segar," ungkap Medical Consultant Dermalogia Clinic itu.

Baca: Inilah yang Akan Terjadi pada Tubuh Jika Nekat Makan Gorengan saat Mengawali Buka Puasa

Baca: Jadi Menu Buka Puasa Khas Indonesia, Takjil Ini Ternyata Mudah Ditemui di Australia

Baca: 6 Kiat Mencegah Makan Berlebihan saat Buka Puasa selama Ramadan

Tempe mendoan disandingkan dengan sambal kecap pedas.
Tempe mendoan disandingkan dengan sambal kecap pedas. (anekamakananusantara.blogspot.co.id)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved