Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Apa Tenaga Kesehatan Boleh Tidak Berpuasa? Ini Penjelasannya

Ada imbauan khusus bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas merawat pasien covid-19


zoom-inlihat foto
pasien-yang-berstatus-pdp-virus-corona-covid-dari-kabupeten-luwu.jpg
RSUD Sawerigading via TribunPalopo
Para tenaga kesehatan sedang bekerja menangani PDP di Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020).


"Demi cegah kedaruratan dan untuk kemaslahatan semua, tidak perlu mudik Lebaran. Mudik dapat diganti dengan komunikasi daring yang hangat dan penuh persaudaraan," kata Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa ikhtiar dan doa harus terus dilakukan dan semuanya memerlukan kesadaran bersama.

Baca: Ramadan Saat Pandemi Corona atau Covid-19, Umat Muslim di Dunia Belajar Jadi Lebih Sederhana

Baca: 5 Kegiatan yang Bisa Kamu Lakukan Selama Berpuasa Ramadan Ditengah Pandemi Virus Corona

 

Ramadan Saat Pandemi Corona, Sejumlah Daerah Meniadakan Tradisi Sambut Bulan Puasa 

Masyarakat di sejumlah daerah terpaksa meniadakan tradisi menyambut Ramadan karena situasi masih darurat akibat wabah corona atau covid-19.

Selain meniadakan, ada juga penyesuaian tradisi yang sebelumnya rutin dilaksanakan selama Ramadan.

Hal ini terpaksa dilakukan agar mencegah perluasan wabah corona.

Dilansir dari Kompas.com, berikut beberapa tradisi dan ibadah Ramadan yang terpaksa ditiadakan atau disesuaikan.

Tradisi gembrong liwet ditiadakan di Sumedang

Umat muslim di Sumedang, Jawa Barat, memiliki banyak tradisi menyambut Ramadan.
Namun, tradisi-tradisi tersebut terpaksa ditiadakan demi keselamatan.

Salah satu tradisi yang terkenal adalah munggahan gembrong liwet.

Dalam tradisi gembrong liwet, warga Desa Citali berkumpul di lapangan kemudian memasak nasi liwet dan menyantapnya bersama.

"Gembrong liwet merupakan tradisi menyambut bulan suci Ramadan atau seminggu sebelum memasuki bulan suci," kata Kepala Desa Citali Pamulihan Nana Nuryana dikuti dari Kompas.com

Namun, kerumunan dapat memperluas penyebaran virus corona sehingga tradisi itu terpaksa ditiadakan tahun ini.

"Iya, demi keselamatan dan keamanan bersama," katanya.

Tradisi gembong liwet di Sumedang
Tradisi gembong liwet di Sumedang (Kompas.com/Aam Aminullah)

Tidak ada tradisi munggahan di Tasikmalaya

Sementara itu di Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman melarang berbagai acara munggahan warga.

Munggahan adalah tradisi berkumpul bersama sebelum memasuki hari pertama puasa.

"Tahun ini, tidak perlu ada munggahan, berkumpul dan sebagainya. Munggahan atau tradisi berkumpul jelang Ramadan dilarang tahun ini karena kita sedang di masa pandemi corona," kata dia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ngabuburit atau kumpul warga saat menunggu buka puasa.

Demi keselamatan, masyarakat diminta tetap beribadah di rumah masing-masing.

Baca: Ramadan dan Corona, Ini Aneka Menu Tahan Lama untuk Pilihan Sahur Buka Puasa Anak Kos





Halaman
123
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved