TRIBUNNEWSWIKI.COM - Orang dengan usia lanjut atau lansia disebut sebagai kelompok yang rentan terhadap penularan virus corona atau Covid-19.
Risiko lansia rentang terhadap Covid-19 sama dengan risiko orang-orang yang memiliki riwayat penyakit penyerta dan perokok.
Melansir laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pakar Geriatri UGM, Dr. dr Probosuseno, Sp.PD., K-Ger., S.E., menjelaskan mengapa lansia rentan terhadap berbagai macam infeksi bakteri, virus maupun penyakit termasuk Covid-19.
Baca: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Hingga Selasa 21 April 2020: 7.135 Terkonfirmasi
Baca: Warga AS Demo di Tengah Pandemi Covid-19, Gubernur Michigan Desak Pemerintah segera Ambil Tindakan
Hal tersebut disebabkan oleh kapasitas fungsional organ-organ tubuh lansia yang mengalami penurunan akibat penuaan.
“Lansia mengalami penurunan kapasitas fungsional hampir pada seluruh sistem tubuhnya, termasuk imunitasnya sehingga rentan terhadap infeksi apapun,” kata Probosuseno dikutip dari ugm.ac.id.
Probosuseno mencontohkan beberapa fungsi tubuh yang menurun seiring pertambahan usia, antara lain:
- Hilangnya kelenjar timus
- Kulit semakin menipis
- Kelenjar lendir berkurang
- Fungsi organ-organ tubuh menurun
Hal-hal tersbut diperparah jika nafsu makan berkurang, sehingga asupan nutrisi tidak tercukupi.
Baca: Larangan Mudik Berlaku Mulai 24 April 2020, Ini Sanksi Paling Ringan Bagi Warga yang Masih Nekat
Baca: Hari Kartini di Tengah Pandemi, Yuni Shara Bagikan Kenangan Acara Tahun Lalu bersama Anak Didiknya
Kondisi tersebut akan mengakibatkan kecepatan tubuh saat merespon tidak secepat dan seefektif saat muda.
Lansia merupakan mereka yang berusia 60 tahun ke atas.
Kelompok ini perlu lebih waspada, terlebih yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Penyakit-penyakit tersebut di antaranya penyakit autoimun, diabetes, tekanan darah tinggi, kanker, dan jantung.
Selain itu, lansia yang rentan terhadap Covid-19 adalah lansia dengan multipatologi atau mengidap sejumlah penyakit.
Apabila tertular Covid-19, maka lansia akan mendapatkan komplikasi kesehatan yang cukup serius.
“Lansia yang paling rentan atau rapuh adalah lansia tua di atas 80 tahun, diikuti lansia sedang usia 70-80 tahun, dan terakhir lansia muda usia 60-70 tahun,” terang Pakar Geriatri UGM tersebut.
Baca: Jumlah Kasus Positif Coronavirus di Italia Turun untuk Pertama Kali Sejak Terserang Pandemi Covid-19
Baca: Hasil Tes PCR Seorang PDP Membingungkan dan Aneh, Gugus Tugas Covid Buleleng Bali Lapor Kasus ke WHO
Tips Jaga Lansia
Menurut Probosuseno, untuk melindungi lansia dari kemungkinan infeksi virus corona, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Jaga asupan nutrisi
Langkah pertama adalah menjaga asupan nutrisi yang baik dan halal serta menjaga kebutuhan cairan dengan minum air hangat yang cukup tanpa harus menunggu haus.
"Jaga asupan nutrisi, makan sayur lodeh juga bagus karena mengandung zat-zat yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya.
Olahraga
Ajak lansia untuk melakukan olahraga dengan intensitas ringan dengan durasi total 30 menit setiap hari.
Olahraga tidak hanya bisa berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental lansia.
Contoh olahraga yang dapat dilakukan lansia adalah tepuk tangan keras-keras selama satu menit dan mengayunkan tangan ke atas dan ke bawah 100 kali saat pagi, siang, dan malam.
Baca: Sinopsis Film Ziarah Tayang Malam ini Selasa 21 April 2020 di TVRI dalam Program Belajar Dari Rumah
Baca: Tes Kepribadian - Ungkap Karaktermu dengan Memilih Satu Makanan dari 4 Gambar Ini, Cina atau Italia?
Hindari stres
Hindarilah stress karena stres dapat menurunkan imunitas tubuh, memacu adrenalin, meningkatkan tekanan darah dan gula darah.
Waktu tidur cukup
Cukupkan waktu istirahat atau tidur lansia antara 4 sampai 9 jam setiap harinya.
Sebab, saat tidur tubuh melakukan penggandaan sel darah putih dan sel lainnya yang sangat berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
Jaga kebersihan lingkungan
Langkah utama dalam menjaga kebersihan lingkungan salah satunya adalah dengan rajin mencuci tangan dengan sabun atau alkohol 70 persen terutama saat akan mengusap mulut, mengucek mata, atau membersihkan lubang hidung.
Baca: Jokowi Resmi Larang Mudik Lebaran, Menko Luhut Ungkap Sanksi Bagi yang Nekat Berlaku Mulai 7 Mei
Baca: Urutan 4 Zodiak yang Paling Bisa Dipercaya untuk Menyimpan Rahasia, Kamu Termasuk?
Tingkatkan keimanan
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ibadah, bersedekah, bersyukur, bersabar, dan berpuasa terbukti mampu meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh.
Tinggalkan hal-hal yang tidak perlu
Tidak melakukan perjalanan atau bepergian apabila tidak ada kebutuhan mendesak.
Pasalnya, seseorang akan lebih mudah terinfeksi virus saat berada di kerumunan.
“Jika tidak mendesak jangan keluar rumah. Misal mau kontrol kesehatan bisa dengan telemedicine sebagai alternatif konsultasi dokter secara online,” tutur Probosuseno.
Aktivitas sosial
Di tengah situasi pandemi saat ini, Probosuseno menganjurkan untuk mengurangi interaksi sosial secara langsung.
Interaksi disarankan dilakukan secara virtual melalui chat, telepon, maupun video call.
“Dengan cara ini mereka akan tetap terhubung dengan keluarga dan lingkungan sehingga tidak merasa kesepian yang bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisiknya,” pungkasnya dosen FKKM UGM tersebut.
(Tribunnewswiki.com/Ron)
Artikel ini juga tayang di Tribunnews.com dengan judul Lansia Disebut Rentan Terkena COVID-19, Apa Sebabnya? Begini Penjelasan Pakar UGM