Hasil Tes PCR Seorang PDP Membingungkan dan Aneh, Gugus Tugas Covid Buleleng Bali Lapor Kasus ke WHO

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Bali mengalami hasil tes PCR yang aneh karena berkali-kali berbeda.


zoom-inlihat foto
pasien-yang-berstatus-pdp-virus-corona-covid-dari-kabupeten-luwu.jpg
RSUD Sawerigading via TribunPalopo
Pasien yang berstatus PDP dari Kabupeten Luwu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tanda tanya memang lekat dengan mewabahnya pandemi virus Corona.

Sebagaimana masih belum ditemukannya vaksin, gejala yang ditimbulkan virus Corona juga bisa berbeda dari satu orang dengan orang lain.

Hal senada juga terjadi ketika pasien infeksi virus Corona menjalani tes untuk menentukan status apakah positif Covid-19 atau tidak.

Baca: Pertama Kali dalam Sejarah, Harga Minyak Dunia Anjlok hingga Negatif

Hasil tes seringkali mengalami perubahan yang cepat, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, tepatnya di Provinsi Bali.

Keanehan hasil tes salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng terpaksa berkoordinasi dengan cabang perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia.

Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Dikutip Tribunnewswiki.com dari Kompas.com, Selasa (21/4/2020), penyebabnya, terdapat hasil tes PCR berubah-ubah dari seorang warga dengan status PDP yang diisolasi di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, tes telah dilakukan sekitar 10 kali untuk pasien tersebut

Namun, hasil tesnya terus berubah, yakni dari positif ke negatif, lalu positif lagi.

Baca: Benarkah Pasien Pulih dari Covid-19 Punya Kekebalan Tubuh? Ini Jawaban WHO

Pada intinya, hasil tes negatif tak pernah beruntun sebanyak dua kali dan hal ini lah yang membuat pasien tersebut belum bisa dinyatakan atau diberi status sembuh.

Hasil tes terakhir pada Sabtu (18/4/2020) kembali menunjukkan hasil positif pada pasien PDP di RS Pratama Giri Emas tersebut.





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved