Deretan Kontroversi Kartu Prakerja: Besarnya Anggaran hingga Ruangguru yang Jadi Mitra Pelatihan

Banyak pihak menilai, bantuan yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk Kartu Prakerja tidak efisien dan dianggap hanya pemborosan anggaran


zoom-inlihat foto
kartuprakerjaa.jpg
geotimes.co.id
Kartu Pra Kerja siap diluncurkan pada Jumat (20/3/2020).


Ini karena perusahaan tersebut terkait dengan Adamas Belva Syah Devara yang kini menjabat Staf Khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Banyak pihak mempermasalahkan status Belva Devara sebagai CEO sekaligus Founder Ruangguru.

Sebagai figur di lingkaran Istana, banyak yang menilai posisinya berpotensi memicu konflik kepentingan.

Apalagi, setelah perusahaannya ditunjuk jadi mitra penyelenggara pelatihan online Kartu Prakerja.

Bahkan, menurut ekonom muda Indef Bhima Yudhistira, seharusnya Belva mundur dari posisinya sebagai CEO.

“Terkait dengan konflik kepentingan, bagaimana sebagai staf khusus Presiden, tapi tidak meninggalkan bisnisnya. Ini kan menggunakan anggaran negara dalam situasi bencana. Dia (Belva) menjadi CEO Ruang Guru, dan Skill Akademy itu kan Skill Academy by Ruang Guru,” jelas Bhima.

Dikutip dari laman Prakerja.go.id, program Kartu Prakerja ini diprioritaskan untuk pengangguran muda dan korban PHK.

Meski begitu, program ini juga terbuka untuk mereka yang sudah bekerja dan berwirausaha.

"Namun saat ini, Kartu Prakerja juga diprioritaskan untuk para pekerja dan pelaku usaha kecil yang terdampak oleh Covid-19," bunyi keterangan dalam laman Prakerja.go.id.

Nantinya, peserta Kartu Prakerja ini akan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 3.550.000 untuk biaya pelatihan dan insentif.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari mengatakan, setiap peserta nantinya akan mendapatkan uang insentif sebesar Rp 3.550.000 yang dikirimkan bertahap selama empat bulan.

“Program Kartu Prakerja akan menyasar sekitar 5,6 juta peserta di tahun 2020, dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif yang diterima oleh masing-masing peserta sebesar Rp 3.550.000," jelas Denni dalam keterangannya seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Insentif tersebut akan disalurkan melalui rekening e-wallet atau rekening bank peserta yang telah didaftarkan di akun www.prakerja.go.id.

Insentif akan disalurkan secara bertahap, peserta dapat mengecek statusnya di dashboard akun masing-masing.

Insentif dapat digunakan untuk apa saja, apakah untuk meringankan biaya yang sudah peserta habiskan ketika pelatihan seperti makan, transport, dan pulsa.

Atau juga untuk meringankan biaya selama mencari pekerjaan.

"Pekerja formal/informal yang terdampak wabah virus corona atau Covid-19 dapat mendaftarkan diri di situs resmi Program di www.prakerja.go.id mulai minggu kedua April," kata Denny.

Manfaat Program Kartu Prakerja 2020 sebesar Rp 3.550.000 terdiri atas bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, insentif pasca-pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 50.000 per survei untuk tiga kali survei atau total Rp 150.000 per peserta.

Setiap peserta program hanya dapat mengikuti program itu satu kali.

Insentif akan dibayarkan setelah peserta menyelesaikan minimal satu kali pelatihan.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com/Mutia Fauzia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kartu Prakerja, Penyelamat atau Sekadar Pemborosan Anggaran?"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Musuh dalam Selimut

    Musuh dalam Selimut adalah sebuah film drama romansa
  • Film - Sanubari Jakarta (2012)

    Sanubari Jakarta adalah film drama omnibus Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved