TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan program padat karya tunai yang juga akan di terapkan di desa-desa.
Program padat karya tunai ini untuk memberikan penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat pembatasan sosial saat pandemi Covid-19.
Program padat karya tunai ini memiliki beragam bentuk, seperti produksi masker, disinfektan, dan berbagai keperluan untuk menangani wabah Covid-19.
Hal ini diungkapkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/4/2020).
Program padat karya ini nantinya bisa dikoordinasikan oleh kementerian dan lembaga negara terkait sesuai bidang masing-masing.
"Misalnya beberapa program padat karya sudah ada anggarannya dan juga salah satunya adalah kegiatan-kegiatan pembuatan disinfektan dan pembuatan masker," ujar Airlangga melalui sambungan konferensi video, Selasa (7/4/2020).
Adanya program padat karya ini, menurut Airlangga juga dapat dimanfaatkan sebagai dana desa dan dikhususkan untuk membantu masyarkat desa yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19.
Baca: Khawatir Penularan Covid-19, Abu Bakar Baasyir Ajukan Permohonan Bebas ke Presiden Jokowi
Baca: Beban Ekonomi Negara Meningkat karena Corona, Jokowi Kaji Ulang Pemberian Gaji ke-13 dan THR ASN?
Beberapa program padat karya tunia yang bisa dilakukan pemerintah desa dan menggunakan dana desa ialah pembangunan irigasi.
Menurut dia, pembangunan irigasi juga bisa bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Kementerian PUPR akan mempersiapkan program termasuk program padat karya irigasi dan lainnya. Demikian pula di Kemenhub (Kementerian Perhubungan) ada pekerjaan yang diserahkan ke kontraktor namun diminta untuk dilakukan pekerjaan secara padat karya," kata Airlangga.
Presiden Jokowi juga sebelumnya telah meminta program padat karya tunai di desa bisa memberikan upah setiap hari kepada para pekerja.
Hal itu disampaikan Jokowi saat rapat terbatas tentang program padat karya tunai melalui sambungan konferensi video, Selasa (7/4/2020).
"Saya minta agar dari kementerian desa membuat pedoman memberikan panduan agar program padat karya ini betul-betul bisa masif dan tepat sassaran dan harus diberikan prioritas pada keluarga miskin, pada pengangguran pada yang setengah menganggur," ujar Jokowi.
"Dan kalau bisa upah kerja diberikan setiap hari tapi. Kalau tidak bisa ya (setiap) satu minggu," kata Jokowi.
Baca: Izinkan Mudik Lebaran di Tengah Pandemi Virus Corona, Kebijakan Presiden Jokowi Disorot Media Asing
Ia pun meminta pelaksanaan program padat karya tunai di desa tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Menjaga jarak, memakai masker, sehingga pelaksanaan program padat karya tunai tidak menganggu upaya kita untuk memutus rantai Covid-19," ucap dia.
Pemerintah Bakal Beri Upah Lebih Besar
Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, pemerintah akan memberikan upah lebih besar daripada bahan baku saat pelaksanaan program padat karya tunai di desa.
"Padat karya tunai desa dengan menggunakan dana desa diupayakan semaksimal mungkin nilai upah lebih besar daripada nilai bahan. Karena targetnya keterlibatan sebanyak mungkin warga miskin, penganggur, atau setengah menganggur," ujar Abdul Halim, melalui sambungan konferensi video, Selasa (7/4/2020).
Ia juga menyatakan, nantinya program padat karya tunai di desa diupayakan dapat memberi upah kepada para pekerja setiap hari.