TRIBUNNEWSWIKI.COM - Satu warga di Dusun Bawahan, Gunungwuled, Rembang, Purbalingga, Jawa Timur dinyatakan positif Covid-19.
Sempat dirawat di RSUD Goeteng, kodisi kesehatan warga tersebut membaik.
Meskipun demikian, pihak rumah sakit mengimbau warga tersebut untuk melakukan isolasi mandiri.
Benar, beberapa hari setelah dipulangkan, hasil tes swab menyatakan warga tersebut positif Covid-19.
Baca: Imam Suroso Meninggal Positif Virus Corona, Diketahui Sempat Bagikan Masker ke Masyarakat
Warga desak lakukan local lockdown, jalan masuk dusun dipasang portal
Informasi tersebut kemudian menimbulkan kepanikan warga Gunungwuled.
Lantaran beberapa warga desa yang selalu menjunjung tinggi solidaritas tersebut sempat menjenguk sang penderita Covid-19.
Oleh karena itu pemerintah desa (Pemdes) Gunungwuled mengambil langkah untuk melakukan local lockdown.
Yaitu dengan memutus akses masuk dan keluar satu dusun di wilayahnya.
Seperti yang diberitakan oleh Kompas.com, jalan masuk satu-satunya ke dusun di desa Gunungwuled dipasang portal.
Portal digunakan untuk menutup dusun sekaligus agar bisa menghalau semua kendaraan yang lalu-lalang.
Kondisi tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Desa Gunungwuled, Nashirudin Latif.
"Betul kami local lockdown satu dusun, Dusun Bawahan," kata Nashirudin Latif ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/3/2020).
Baca: Cerita Eks Kapten Italia 2006, Fabio Cannavaro Pasca-Pandemi Corona di China: Situasi Sudah Normal
Latief membenarkan jika kebijakan local lockdown tersebut lantaran salah seorang warga Dusun Bawahan dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (23/3/2020).
"Ada satu warga yang baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit, sempat dirawat di RSUD Goeteng dan dipulangkan karena kondisinya membaik, tapi beberapa hari setelahnya baru keluar hasil swab dan positif corona," ujarnya.
Latif mengungkapkan, setelah dipulangkan dari rumah sakit, pasien itu diminta untuk karantina mandiri selama tiga hari di rumah.
Namun karena budaya solidaritas warga desa yang masih kental, tetangga, sanak saudara dan teman sejawat korban datang menjenguk ke rumah.
Kegegeran pun terjadi setelah warga mengetahui jika pasien tersebut divonis positif Covid-19.
Para pembesuk yang merasa berinteraksi langsung dengan dia khawatir tertular virus.
"Kami secara mandiri melakukan tracking dengan siapa saja korban ini berinteraksi langsung dan menemukan sedikitnya 90 orang dari 30 Kepala Keluarga (KK) di tiga dusun," ungkapnya.