Pengadilan Perintahkan Belanda Bayar Kompensasi ke Keluarga Korban Pembantaian Westerling di Sulsel

Belanda diperintahkan membayar ganti rugi mulai dari 10 ribu euro atau sekitar Rp 178 juta kepada 8 istri dan empat anak korban Pembantaian Westerling


Pengadilan Perintahkan Belanda Bayar Kompensasi ke Keluarga Korban Pembantaian Westerling di Sulsel
Kompas.com
Raja Belanda Willem-Alexander (kanan) dan Ratu Belanda Maxima (kiri), didampingi Presiden Joko Widodo (dua kanan) dan Ibu Iriana Joko Widodo, melakukan penanaman pohon saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.(AFP/POOL/ADI WEDA) 


Belanda diperintahkan membayar ganti rugi mulai dari 10 ribu euro atau sekitar Rp 178 juta kepada 8 istri dan empat anak korban Pembantaian Westerling

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Hakim Pengadilan Distrik Den Haag pada Rabu (25/3/2020) memutuskan, pemerintah Belanda harus membayar kompensasi kepada ahli waris dari 11 orang di Sulawesi Selatan yang dieksekusi oleh pasukan Raymond Pierre Paul Westerling saat perang kemerdekaan Indonesia pada akhir 1940-an.

Dikutip dari South China Morning Post, pengadilan Den Haag memerintahkan Belanda untuk membayar ganti rugi mulai dari 10 ribu euro atau sekitar Rp178 juta kepada delapan istri dan empat anak korban peristiwa Pembantaian  Westerling di Sulawesi Selatan antara 1946-1947.

Pengacara Liesbeth Zegveld mengatakan, ini adalah kali pertama jumlah spesifik disebutkan meskipun pengadilan Belanda sudah pernah mendengar kasus serupa.

"Pengadilan menganggap bahwa sebelas orang tewas akibat kelakuan buruk tentara Belanda. Sebagian besar kasus melibatkan eksekusi mati di luar hukum," kata hakim.

Juru bicara pengadilan Hakim Jeanette Honee mengatakan, jumlah tertinggi dibayarkan kepada seorang pria yang ketika 10 tahun melihat ayahnya dibunuh.

Sejumlah istri yang ditinggal para korban pembunuhan juga menerima kompensasi hingga 3.600 euro, sementara anak-anak korban menerima ganti rugi dengan nilai yang lebih sedikit berdasarkan usia mereka saat peristiwa berlangsung.

Para hakim Belanda mendasarkan jumlah yang relatif rendah pada pendapatan yang diperoleh oleh para pria, yang katanya sekitar 100 euro per tahun pada saat itu.

Baca: Asal-usul Bendera KKB Papua Bintang Kejora, Ternyata Buatan Belanda dan Dipakai Logo Klub Sepak Bola

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kapal Belanda De Zeven Provincien Dibom di Sumatra Karena Krunya memberontak

"Pengadilan mengakui bahwa jumlah rendah ini tidak proporsional dengan rasa sakit dan kesedihan yang dieksekusi oleh suami dan ayah telah menyebabkan janda dan anak-anak," kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.

"Jumlah yang diberikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan kehilangan, hanya kerusakan materi dalam bentuk mata pencaharian yang hilang."





Halaman
123
Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved