Tangani Pasien Covid-19, Dokter di Hong Kong Keluhkan Alat Pelindung: Tak Ada yang Dukung Kami

Merasa tak mendapatkan dukungan, dokter di Hongkong berbagi keluhan dan cara atasi stress dalam tangani pasien Covid-19


Tangani Pasien Covid-19, Dokter di Hong Kong Keluhkan Alat Pelindung: Tak Ada yang Dukung Kami
AFP/HECTOR RETAMAL
ILUSTRASI - Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 


Merasa tak mendapatkan dukungan, dokter di Hongkong berbagi keluhan dan cara atasi stress dalam tangani pasien Covid-19

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Petugas kesehatan menjadi orang yang paling besar risikonya terpapar Covid-19.

Mereka yang berada di garis depan memiliki risiko lebih besar tertular Covid-19 dari pasien yang sakit.

Seorang dokter spesialis penyakit dalam yang bekerja di rumah sakit umum Hong Kong, Dr Chan (bukan nama sebenarnya, untuk melindungi identitasnya) telah berbagi dua keprihatinannya yang paling mendesak.

Dua hal itu antara lain, peralatan pelindung yang tidak memadai dan kurangnya pemahaman tentang penyakit yang membuat staf rentan terhadap infeksi.

Diberitakan TribunnewsWiki.com dari South China Morning Post, Rabu (25/3/2020), bahkan orang tanpa gejala dapat menyebarkan virus, katanya.

Gejala Covid-19 termasuk gejala seperti flu dan demam, tetapi "masih bisa menyebar ketika orang tidak mengalami demam", kata Chan, yang berusia tiga puluhan.

Dia bekerja di rumah sakit di bangsal umum yang mencakup dugaan kasus Covid-19 (semacam PDP di Indonesia).

Dalam waktu beberapa minggu, ia akan mengambil giliran di bangsal isolasi, merawat pasien yang suspect dan dikonfirmasi Covid-19.

Baca: Peneliti Menguji 69 Obat untuk Atasi Covid-19, Mulai dari Obat Malaria hingga Obat untuk Skizofrenia

Baca: Tak Buat Obat Baru, Ini Berbagai Obat yang Tengah Diuji Ilmuwan untuk Sembuhkan Covid-19

Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun  pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma.
Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. (ANDREAS SOLARO / AFP)

 

Ketika Chan mengetahui hal ini bulan lalu, kekhawatirannya yang meningkat mendorongnya untuk memastikan semua aset yang dimiliki jatuh ke pasangannya.

“Itu yang harus dilakukan. Ketika semua orang ketakutan (saya harus mati tiba-tiba), setidaknya ada pesan yang jelas (untuk mereka yang tertinggal), ”katanya.

ILUSTRASI -  seorang dokter di Wuchang yang berbaring dengan pakaian pelindung yang lengkap di kamar penuh dengan kasur kosong yang merupakan bekas rumah sakit pasien virus corona.
ILUSTRASI - seorang dokter di Wuchang yang berbaring dengan pakaian pelindung yang lengkap di kamar penuh dengan kasur kosong yang merupakan bekas rumah sakit pasien virus corona. (China Media Group)

Baca: Kasus Baru Covid-19 di Italia Terendah dalam 5 Hari Terakhir, Pejabat: Kami Mulai Melihat Cahaya

Baca: Inggris Berlakukan Denda saat Lockdown, Boris Johnson: Tak Ada PM yang Ingin Lakukan Ini





Halaman
123
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved