Penumpang Demam Tinggi Dilarang Naik Kereta Api: Biaya Tiket Dikembalikan Penuh

Adapun kriteria penumpang yang dilarang melakukan perjalanan menggunakan KA adalah mereka yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius


zoom-inlihat foto
kereta-api-pt.jpg
Tribunnews.com
Sejumlah dokter dan petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang membagikan masker kepada penumpang yang menaiki kereta dan pemeriksaan sebelum memasuki kereta di Stasiun Semarang Poncol, Kamis (5/3/20). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi memberlakukan larangan naik kereta api (KA) bagi calon penumpang yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Pihak KAI juga telah menempatkan petugas khusus pengecekan suhu badan calon penumpang yang terdapat di depan meja cek boarding pass.

Mereka yang dicurigai atau suspect virus corona, akan dilarang melakukan perjalanan menggunakan KA.

Adapun kriteria penumpang yang dilarang melakukan perjalanan menggunakan KA adalah mereka yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius dan atas rekomendasi petugas kesehatan.

Meski begitu, PT KAI akan mengembalikan penuh bea pemesanan tiket atau refund 100 persen.

"Tidak hanya itu, bagi penumpang suspect corona yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh juga, untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking," ujar Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3/2020) seperti dilansir oleh Kompas.com.

Baca: Mulai Senin, Kementerian BUMN Imbau Karyawan Bekerja di Rumah untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Baca: Sebut Sebagian Tenaga Medis di Jakarta Terpapar Virus Corona, Anies: Tapi Belum Ada Angkanya

Kemudian, lanjutnya, jika berbeda kode booking maka bea tiket yang dikembalikan hanya untuk dua orang sebagai pendamping.

Tak hanya itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, sejumlah stasiun juga telah dilengkapi dengan fasilitas hand sanitizer di area pintu boarding.

"Tidak hanya terdapat petugas pengecek suhu badan saja, namun juga masih disediakan hand sanitizer di area meja boarding pass," katanya.

PT KAI memastikan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona terus dintingkatkan dengan melakukan pemeriksaan suhu badan calon penumpang

"Tim medis yang bertugas di pos kesehatan stasiun juga telah siap membantu proses rujukan ke sejumlah rumah sakit jika dibutuhkan," ucapnya.

Cara meminimalkan tertular virus corona di transportasi publik

Melansir Business Insider, berikut adalah sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk mencegah terinfeksi virus corona saat berada di transportasi publik:

1. Jangan menyentuh ponsel terlalu sering

Carol Shoshkes Reiss seorang di John Hopkins Center for Health Security Amesh Adalja mengatakan, akan baik-baik saja untuk menggunakan ponsel selama tidak ada orang yang batuk di dekatnya.

Namun, beberapa ahli menyarakan untuk tidak menggunkan ponsel saat mengendarai tarnsportasi publik.

Sebagai upaya tambahan, bersihkan layar ponsel dengan cairan antibakteri dan cuci tangan dengan sabun serta air setelah menyentuh ponsel.

Baca: Kasus Virus Corona Terus Bertambah, Bagaimana Nasib Pelaksanaan Tes SKB CPNS 2019?

Baca: Tak Seperti China atau Italia, Inilah Mengapa Indonesia Tak Lockdown Wilayah yang Ditemukan Corona

2. Bawa hand sanitizer

Dikutip dari Kompas.com, hampir semua ahli menyarankan para pengguna transportasi publik untuk membawa pembersih tangan atau hand sanitizer dan digunakan setelah keluar dari segala bentuk transportasi publik.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Teman Tegar Maira:

    Teman Tegar Maira: Whisper form Papua adalah sebuah
  • Film - My Blackberry Girlfriend

    My Blackberry Girlfriend adalah sebuah film drama komedi
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved