(UPLOAD PAGI) TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang supir di Tangerang bernama Yanuardi (47) mendapat luka lebam di tubuhnya akibat penganiayaan.
Kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh majikannya, LW, selama satu bulan bekerja.
Kasus penganiayaan terhadap sopir tersebut terjadi dua kali dalam sebulan yang terjadi di kawasan Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Kemudian, Yanuardi melaporkan tindak kekerasan tersebut kepada Polres Tangerang Selatan pada Kamis (5/2/2020).
Ia ditemani oleh istri dan anggota keluarganya masuk ke ruang sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT).
Berikut deretan fakta kasus penganiyaan yang dilakukan oleh LW:
Awal mula penganiayaan
Penganiayaan pertama kali terjadi kepada Yanuari setelah ia bekerja beberapa hari dengan LW.
Yanuardi saat itu diminta memanaskan mobil untuk mengantarkan cucu LW ke suatu tempat.
"Jam 6 pagi sudah manasin mobil, tapi jam 6 pagi itu harus pakai mobil dua karena cucu dua berarti harus ada dua. Sopir yang satu cuma sediakan satu mobil. Kebetulan saya lagi duduk, dipanggil bapak (LW), disitu saya dipukul di garasi," ungkap Yanuardi yang dilansir dari TribunJakarta.
Baca: Polisi Beberkan Kronologi Kisruh Ojek Online dan Debt Collector di Yogyakarta
Baca: Kerja 1 Bulan, Sopir di Tangerang Dipukuli Majikannya Hingga Luka Lebam: Makanya Banyak yang Kabur
Penganiayaan kedua
Setelah itu, penganiayaan terjadi lagi kepadanya saat ia diminta menjemput anaknya di Bandara Soekarno Hatta.
Di perjalanan ada pengawalan jalan, karena ke salahpahaman, plang pintu pol pun patah.
"Jadi motoris lewat, kemudian saya ikut lewat otomatis plang tertutup dan kena mobil hingga patah, dikira saya enggak nge-tap (bayar tol). Kemudian saya jalan, kata anaknya selesaikan dulu masalah itu," kata sopir 47 tahun tersebut.
Setelah masalah itu selesai, akhirnya ia kembali melanjutkan perjalanan ke Bintaro.
Namun, sesampainya di rumah majikan, ia kembali dipanggil dan dipukuli.
"Setelah saya selesai, saya sudah ditunggu bapak, dan kembali terjadi (dianiaya)," lanjutnya.
Akibat penganiayaan tersebut, Yanuardi mengalami lebam pada bagian punggung kiri dan kepalanya.
Dituduh pura-pura sakit
Setelah dipukuli hingga lebam di punggung dan kepalanya, Yanuardi kemudian absen kerja.