Yanuardi dibilang berpura-pura sakit padahal seluruh tubuhnya membiru.
Sebelum keluar dari pekerjaan ini pun, ia juga mendapat tekanan lagi.
"Saya tadi dipanggil bapak dulu. Saya dikira pura-pura sakit, dia bilang, 'Saya tahu orang sakit sama enggak', kata dia. Siap pak, habis ngomong gimana lagi, siap pak aja saya," katanya meneteskan air mata.
Ia bahkan lagi-lagi mendapat ancaman kekerasan dari majikannya setelah dituding berpura-pura sakit.
"Saya mau dipukulin. Saya bilang jangan. Saya takut. Saya enggak berani menangkis karena orangnya tinggi gede," jelas Yanuardi.
Berhasil keluar dari rumah majikan
Yanuardi berhasil keluar dari pekerjaannya dan dijemput oleh keluarganya di Bintaro Sektor 7 pada Kamis (5/3/2020).
Sopir itu tampak menangis di dalam mobil bersama keluarganya.
Setelah itu, mereka bergerak ke Polres Tangsel untuk melaporkan kasus tersebut.
Baca: 2 Driver Ojek Online Suspect Virus Corona Kabur Saat Dikarantina di Batam, Ternyata Ini Alasannya
Baca: Pria Ini Lampiaskan Kemarahan Karena Ditolak Wanita dengan Tabrakkan Mobil, Tewaskan 10 Orang
Jumlah pekerja di rumah LW
Yanuardi mengungkapkan terdapat 40 pekerja di rumah majikannya itu.
Ia mengaku baru sebulan bekerja di sana.
Namun, karena merasa tertekan karena dua kali dipukuli majikannya sepanjang bulan Februari 2020 ia memutuskan untuk keluar.
"40 orang ada kali, driver 4 sisanya pembantu laki dan pembantu perempuan. Kalau saya dengar juga (mereka) merasakan (dianiaya) juga," ungkapnya.
Yanuardi pun meyakini kekerasan itu juga dilakukan LW kepada pekerja lainnya.
Ia mengaku pernah mendengar pembantu lain diperlakukan seperti itu di dalam ruangan.
"Karena mereka mukul itu di ruang tertutup jadi kita lihat keluar sudah (luka) ini. Semua begitu makanya banyak yang kabur,"kata Yanuardi.
Kontrak kerja
Sebelum diterima kerja, ia dan majikannya telah membuat kesepakatan melalui kontrak kerja.
Dalam kontrak tersebut, menyebutkan bahwa Yanuardi bisa bekerja sejak awal Februari 2020 hingga dua tahun ke depan.