"Tentu saja aku akan memikirkan posisiku. Saya tidak akan menerima UMNO sebagai koalisi, namun saya akan tetap menerima anggota lainnya untuk bergabung dengan kami," katanya.
"Namun, (bagi) Muhyiddin sedikit lebih terbuka tentang itu (koalisi dengan UMNO, dia cukup siap menerima mereka," tambahnya.
Baca: Parti Bersatu Malaysia Dukung Mahathir Mohamad Lagi meski Ia Sudah Undur Diri
Azmin Ali Mantapkan Dukungan ke Mahathir agar Tetap Jadi PM
Anggota dewan pecahan Parti Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Mohamed Azmin Ali dan 10 orang lainnya menegaskan kembali dukungan mereka kepada Tun Dr Mahathir Mohamad untuk tetap bekerja sebagai Perdana Menteri untuk masa jabatan penuh.
Azmin Ali, anggota dewan perwakilan Gombak Malaysia dari partai pimpinan Anwar Ibrahim ini menyatakan ketegasannya dalam sebuah pernyataan, dilansir Bernama Selasa (26/2/2020).
Bersama 10 anggota parlemen lainnya, Azmin menyatakan kesepakatan yang dibuat sudah bulat dan merupakan hasil dari pertemuan yang diadakan tertutup.
Pengumuman Azmin kepada publik ini menambah panjang kemelut politik setelah mundurnya Mahathir Mohamad.
"Pilihan yang kami ambil sejalan dengan aspirasi rakyat yang menginginkan pemerintahan yang stabil, bersatu, dan kuat, serta fokus pada upaya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Azmin.
"Kepercayaan yang kami anut adalah mandat yang diberikan rakyat dalam pemilihan umum ke-14," tambah Azmin dalam sebuah pernyataan.
Baca: Pengunduran Dirinya Telah Sah, Mahathir Mohamad Resmi Bekerja sebagai Perdana Menteri Sementara
Koalisi Baru dari Pecahan PKR
Sebelumnya, Mohamad Azmin yang merupakan wakil presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) bersama 10 anggota lainnya mundur dari partai pimpinan Anwar Ibrahim untuk bergabung dengan koalisi independen di luar pemerintahan.
Sepuluh anggota lain yang ikut keluar PKR yaitu: Zuraida Kamaruddin, Datuk Saifuddin Abdullah, Baru Bian, Datuk Kamaruddin Jaffar, Datuk Mansor Othman, Datuk Rashid Hasnon, Datuk Serik Dr Santhara Kumar, Ali Biju, Willie Mongin dan Jonathan Yasin.
Sebelumnya, Dr Mahathir Mohamad mengundurkan diri sebagai perdana menteri setelah pemerintahan koalisi Pakatan Harapan (PH) yang terdiri dari: Parti Keadilan Rakyat (PKR), Democratic Action Party (DAP), Parti Bersatu, dan Amanah pecah.
Baca: Tajamnya Kemelut Politik setelah Mahathir Mohamad Mundur, Raja Malaysia Gelar Pertemuan Parlemen
Kemelut Politik Semakin Tajam
Kemelut politik yang berkembang dramatis di Malaysia selama beberapa hari terakhir ini membuat spekulasi bermunculan perihal siapa sosok yang akan menggantikan Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri (PM).
Raja Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah melakukan pertemuan dengan anggota parlemen untuk mendapat masukan terkait kepemimpinan di Malaysia.
Pertemuan Raja Abdullah dengan sejumlah anggota parlemen diadakan Selasa kemarin (25/2/2020) pukul 2.30 siang hingga 6 sore.
Dilansir Bernama, Raja Abdullah menemui 90 dari 222 anggota parlemen, sementara sisanya dimungkinkan akan bertemu raja pada Rabu (26/2/2020).
Ketidakpastian politik di negeri Jiran ini membuat para pemimpin sejumlah negara bagian ikut merasakan akibatnya, seperti di Johor, Melaka, Kedah, dan Perak.
Namun demikian, administrasi dan pemerintahan masih berjalan seperti biasa.